RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo disebut sebagai pusat sansevieria hibrida terbesar di Indonesia.
Konsentrasi breeder atau pengembang tanaman hias di wilayah ini menjadikan Garung sebagai episentrum penyilangan (hibridisasi) sansevieria yang kini menembus pasar nasional hingga mancanegara.
Breeder senior sansevieria asal Garung, Purnama, mengatakan, hampir seluruh varian hibrida unggulan yang beredar di berbagai daerah bahkan luar negeri berasal dari Wonosobo.
“Sansevieria hibrida terbesar itu ada di Garung karena breeder terbanyak ada di sini. Kebanyakan sansevieria yang beredar di luar negeri adalah produk Wonosobo,” ujar Purnama saat ditemui dalam kegiatan latihan bersama (latber) tingkat kecamatan, Minggu (15/2/2026).
Menurut dia, para breeder di Garung secara rutin mengikuti latber sebagai ajang evaluasi kualitas sekaligus persiapan menuju kontes nasional.
Forum tersebut menjadi ruang adu kualitas sekaligus mengasah standar mutu sebelum tampil di level lebih tinggi.
“Latihan bersama di level kecamatan ini sebagai langkah persiapan untuk kontes di level nasional. Tentu arah ke depan adalah untuk event yang lebih besar,” katanya.
Ia menjelaskan, keunggulan sansevieria hibrida asal Garung terletak pada karakter tanaman yang kuat, corak unik, kondisi sehat, serta tingkat kelangkaannya. Faktor-faktor tersebut menjadi daya tarik utama di mata kolektor.
Meski keindahan tanaman bersifat relatif, kata dia, kesan pertama dan diferensiasi karakter menjadi penentu nilai jual.
Di pasar internasional, harga satu tanaman bisa mencapai Rp53 juta hingga Rp125 juta, bergantung pada kualitas dan eksklusivitasnya.
Keberadaan pusat penyilangan di Garung turut mendorong munculnya varian-varian baru.
Proses hibridisasi dilakukan secara selektif untuk menghasilkan kombinasi warna, motif, dan struktur daun yang berbeda dari induknya.
Peserta latber, Ramlan, menuturkan bahwa kegiatan tersebut penting untuk menggali potensi baru sekaligus menjaga eksistensi sansevieria sebagai komoditas unggulan tanaman hias Wonosobo.
“Kegiatan ini sangat dibutuhkan untuk menggali potensi dan varian baru yang akan diorbitkan hingga internasional,” ujarnya.
Ia mengaku membawa jenis “ori biji” yang diklaim masih satu-satunya dengan corak cerah dan karakter kuat.
Dengan jumlah breeder yang terus bertambah dan inovasi penyilangan yang berkelanjutan, Garung tak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga pusat pengembangan sansevieria hibrida nasional. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo