Dies Natalis ke-47 Untidar Mengakar pada Sejarah dan Budaya Bangsa

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Peringatan dies natalis ke-47 Universitas Tidar (Untidar) dirayakan penuh makna.
Sikap itu tercermin dalam sederet rangkaian acara yang tak sekadar penyelenggaraan biasa, namun merepresentasikan ilmu yang berdampak bagi peradaban manusia.
Rangkaian peringatan hari lahir itu dimulai dengan menyentuh sisi religiusitas. Telah dilaksanakan khotmil Quran dan buka puasa bersama pada 11 Maret lalu, dilanjutkan ziarah dan silaturahmi ke pimpinan terdahulu pada 9 April.
Silaturahmi ini juga mengilhami akan rencana penamaan gedung-gedung Untidar sebagai sarana untuk mengabadikan nama dan jejak perjuangan para pendahulu.
Penamaan gedung tersebut menjadi salah satu topik yang akan diangkat dalam sidang senat terbuka, 5 Mei 2026.
Baca Juga: Gelar Untidar Run 2026, Targetkan 500 Pelari
“Ada rencana penyematan nama-nama orang atau komunitas yang berjasa bagi proses berdirinya Untidar, dan sudah diawali dengan penamaan Gedung dr HR Suparsono,” ujar Rektor Untidar Prof Dr Sugiyarto dalam jumpa pers rangkaian acara dies natalis, di Gedung Lantai 4 Kampus Untidar di Jalan Barito 2, Kota Magelang, Selasa (28/4/2026).
Menurut Sugiyarto, Untidar memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya ditetapkan statusnya menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tepatnya 1 April 2014.
Penegerian Untidar memang baru 12 tahun, namun bagi Sugiyarto, Untidar memiliki sejarah yang lebih panjang, melekat sepanjang masa.
Ia percaya ada banyak tokoh-tokoh berjasa pada awal pendirian Untidar, yang saat itu masih bernama Universitas Tidar Magelang (UTM).



