RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Hujan lebat disertai angin kencang menerjang wilayah Kaliwiro Barat, Kabupaten Wonosobo, Rabu (21/1/2026) malam.
Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, akses jalan terganggu, serta rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.
Koordinator RPB SAR Kecamatan Kaliwiro, Habib, saat dikonfirmasi Kamis (22/1/2026), menyampaikan peristiwa terjadi pukul 18.00 dan berdampak di beberapa desa. Yakni Tanjunganom, Pucungkerep, dan Pesodongan.
“Angin badai menyebabkan beberapa pohon berukuran besar tumbang dan menutup jalan utama Kaliwiro–Lamuk. Selain itu, ada rumah warga yang tertimpa pohon dan atapnya rusak akibat terpaan angin,” kata Habib.
Hasil asesmen tim gabungan mencatat sedikitnya enam titik kejadian. Di Desa Tanjunganom, pohon bambu tumbang menutup sebagian badan jalan sehingga arus lalu lintas sempat tersendat.
Sementara di Desa Pucungkerep, pohon beringin berdiameter satu meter tumbang dan menutup total jalan utama. Bahkan menimpa jaringan listrik dan menyebabkan kemacetan.
Masih di wilayah yang sama, pohon albasia tumbang dan merusak jaringan internet, disusul tiang WiFi yang patah dan miring sehingga mengganggu pengguna jalan. Dampak terparah terjadi di Desa Pesodongan.
Sebuah pohon petai tumbang menimpa rumah milik Junar, warga RT 07 RW 03 Dusun Mentasari. Akibatnya, 28 lembar atap seng rumah rusak total, serta kandang kambing miliknya hancur.
Di lokasi yang berdekatan, angin kencang juga merusak atap rumah Sutarno, dengan 11 lembar seng terlepas dan rusak.
Selain itu, pohon kelapa tumbang dan menutup sebagian jalan utama Desa Pesodongan, sehingga menghambat aktivitas warga.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penanganan berjalan aman dan lancar. Seluruh pohon tumbang yang menutup jalan sudah berhasil dievakuasi dan akses lalu lintas kembali normal,” jelas Habib.
RPB SAR Kaliwiro bersama BPBD Wonosobo, polsek, koramil, pemerintah desa, Bagana, SAR MTA, dan masyarakat setempat langsung melakukan asesmen, pembersihan material, evakuasi, hingga normalisasi wilayah terdampak.
Meski penanganan darurat telah selesai, Habib menegaskan masih ada kebutuhan mendesak berupa bantuan material bangunan, khususnya atap seng untuk dua rumah warga yang mengalami kerusakan berat.
“Kami berharap ada tindak lanjut bantuan, terutama untuk pemulihan rumah warga yang terdampak langsung,” pungkasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo