Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalisu Tekan Risiko Kecelakaan di Jalur Tengkorak Kertek

S
Penulis: Sigit Rahmanto❯
Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardiyanto dalam reses di Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/4/2026).
Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardiyanto dalam reses di Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/4/2026).

Advertisement

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Penanganan Jalur Lingkar Sumbing (Jalisu) sebagai ruas alternatif untuk mengurangi kepadatan di jalur tengkorak Kertek telah selesai dilaksanakan pada tahun 2025.

Keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas tingginya volume kendaraan dan risiko kecelakaan di jalur utama Kertek.

Hal itu disampaikan anggota Komisi V DPR RI,Sofwan Dedy Ardiyanto saat menggelar reses di Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/4/2026).

Advertisement

Menurut dia, penanganan Jalisu menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memperbaiki konektivitas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Jalisu sudah selesai ditangani pada 2025. Harapannya bisa memecah arus kendaraan yang selama ini bertumpu di jalur Kertek,” ujarnya sebagai pengusul anggaran jalur tersebut.

Advertisement

Jalur Kertek selama ini dikenal masyarakat sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Wonosobo.

Medan jalan berupa tanjakan, turunan panjang, tikungan tajam, serta padatnya kendaraan besar menjadi faktor utama tingginya potensi kecelakaan di kawasan tersebut.

Dengan berfungsinya Jalisu, distribusi kendaraan diharapkan lebih merata. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, jalur alternatif tersebut juga diyakini dapat mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.

Sofwan menambahkan, pembangunan infrastruktur daerah harus terus dilakukan secara sinergis antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, berbagai kebutuhan pembangunan lain di Wonosobo juga masih terus diperjuangkan melalui jalur aspirasi dan pembahasan lintas kementerian.

Advertisement

Artikel Terkait

Diduga Rem Blong, Truk Muat Air Mineral 18 Ton Seruduk Canter di Jalur Tengkoran Turunan Kertek

Diduga Rem Blong, Truk Muat Air Mineral 18 Ton Seruduk Canter di Jalur Tengkoran Turunan Kertek

diduga rem blong, truk boks hino menabrak mitsubihsi canter di turunan kertek wonosobo. tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Satu Orang Tewas, Tiga Lainnya Luka-Luka

Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Satu Orang Tewas, Tiga Lainnya Luka-Luka

Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Raya Wonosobo–Parakan, Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek. Peristiwa itu mengakibatkan 1 pengemudi truk tewas dan 3 penumpang mobil mengalami luka-luka

Minim, Peralatan Basarnas Borobudur, Anggota DPR RI Sofwan Dedy Upayakan CSR dan Donatur

Minim, Peralatan Basarnas Borobudur, Anggota DPR RI Sofwan Dedy Upayakan CSR dan Donatur

Basarnas Unit Siaga Borobudur mengeluhkan minim peralatan. Padahal wilayah Kabupaten Magelang rawan terjadi bencana dan kejadian, seperti kecelakaan yang membutuhkan bantuan dari SAR. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer