RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Pemkab Magelang memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi.
Pasalnya, dalam kejadian bencana beberapa waktu lalu berdampak ke sejumlah sektor dan peristiwanya cukup besar. Seperti banjir lahar dingin di Sungai Senowo yang dampaknya meluas hingga Sabo Dam di Srowol Sungai Pabelan, Desa Progowati, Kecamatan Mungkid.
Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto mengatakan, tingginya intensitas hujan juga menyebabkan sejumlah kejadian longsor di berbagai titik. Salah satunya jalan evakuasi warga di Kecamatan Dukun terputus.
“Sehingga pada Senin ini, kita lakukan evaluasi, apa yang sudah kita lakukan dan apa yang belum tuntas. Dari evaluasi, ternyata masih ada beberapa yang belum tuntas,” jelas Adi saat memimpin rakor evaluasi di kantor BPBD Kabupaten Magelang, Senin (9/3/2026).
Ia mencontohkan, penanganan air bersih di beberapa desa, juga masih ada jalan dan jembatan yang belum diambil langkah tuntas. Sehingga dari hasil forum ini, disepakati agar tanggap darurat diperpanjang selama tujuh hari.
“Hasil ini akan kita sampaikan kepada Bapak Bupati untuk diperpanjang selama tujuh hari. Selama tanggap darurat ini, teman-teman OPD dan instansi terkait bisa mengambil langkah-langkah sesuai dengan tugas pokok fungsinya. Sehingga pelayanan masyarakat dan fasilitas publik bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya, utamanya yang sifatnya menjadi hajat hidup, seperti air bersih,” bebernya.
Untuk jangka pendek, lanjut Adi, pihaknya akan mencoba berkomunikasi dengan CSR PDAM, PMI, Dinas PU untuk membantu menyuplai air bersih ke masyarakat. Sedangkan untuk penanganan jalan, saat ini sedang dilakukan rapat lebih teknis langkah-langkah yang akan dilakukan terkait dengan penganggaran dan mekanisme pengelolaan keuangan daerah. “Karena ini melibatkan OPD lainnya, ada inspektorat, bagian hukum, DPUPR, BPBD, serta dari pihak kecamatan,” ujarnya.
Saat ditanya desa-desa yang terdampak bencana, Adi menyebut ada sekitar tujuh desa. Yakni, Keningar, Krinjing, Paten, Sengi, Sumber, Sewukan, dan Wates.
Nantinya, lanjut dia, dalam suplai air bersih ini, BPBD akan membantu menyiapkan bak penampung air. Sedangkan PDAM, PMI, dan mungkin Dinas PU akan mensuplai bantuan air bersihnya. “BPBD sudah menyiapkan sekitar 20 sampai 25 tandon, baik milik BPBD sendiri maupun bantuan dari BNPB,” katanya.
Dengan diperpanjangnya status tanggap darurat ini, harapannya semua permasalahan dampak bencana bisa selesai. “Meskipun tidak sesempurna sebelum adanya bencana. Tapi paling tidak, aksesibilitas baik jalan, jembatan, maupun air bersih bagi masyarakat bisa tertangani,” ungkapnya. (rfk/aro)
Kabupaten Magelang Tanggap Darurat Bencana
Desa Terdampak Bencana
Desa Keningar, Krinjing, Paten, Sengi, Sumber, Sewukan, dan Wates.
Dampak Bencana Belum Tuntas
- Penanganan air bersih di beberapa desa.
- Masih ada jalan dan jembatan yang belum diambil langkah tuntas.
Solusi Jangka Pendek
- PDAM, PMI, dan mungkin Dinas PU akan mensuplai bantuan air bersih.
- BPBD menyiapkan sekitar 20 sampai 25 tandon di desa-desa terdampak bencana.
- Penanganan jalan, saat ini sedang dilakukan rapat lebih teknis langkah-langkah yang akan dilakukan.
Diolah dari Berita
Editor : H. Arif Riyanto