GERAKAN literasi di SMAN 1 Ngluwar, Kabupaten Magelang tak lepas dari sosok kepala sekolah Beny Sukandari, M.Pd, B.I. Sejak memimpin SMAN 1 Ngluwar, mantan guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Muntilan ini langsung tancap gas. Ia menggerakkan seluruh guru, karyawan, dan siswa untuk menulis. Awalnya, baru delapan buku karya guru yang diterbitkan. Beny pun berpikir lagi. Ia pun mengundang khusus dosen Untidar untuk mendampingi guru menulis buku. Hingga pada 2021, berhasil diterbitkan 66 judul buku, dan pada puncak Lustrum ke-6 kemarin, diluncurkan 80 judul buku karya guru, karyawan, dan siswa.
“Tujuan saya semata-mata untuk meningkatkan literasi warga sekolah. Literasi yang didasari oleh membaca dan menulis. Membaca saja tidak cukup, tapi harus memiliki sebuah karya tulis,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Menurutnya, literasi memiliki dampak positif yang berimbas pada nilai rapor pendidikan yang kini naik hingga 300,96 persen di PMM (Platform Merdeka Mengajar). “SMAN 1 Ngluwar memfokuskan pada literasi dan kewirausahaan,” ujarnya.
Diakui, penulisan 80 judul buku itu memakan waktu kurang lebih tiga bulan. Pada awal tahun ajaran baru bulan Juli lalu, ia mengatakan kalau HUT tahun ini harus menghasilkan sebuah karya. Rupanya hal itu memacu warga sekolah untuk menghasilkan buku.
“Sebelum menulis buku, para guru juga kami gerakkan menulis artikel ilmiah populer dengan mengundang Radar Magelang menjadi mentor. Alhamdulillah, pelatihan tersebut menghasilkan 38 artikel ilmiah populer dalam satu tahunnya,” katanya bangga.
Ia berharap ke depan kegiatan literasi ini tidak hanya sebagai paksaan, tetapi menjadikan sebuah kebiasaan positif. “Menulis itu juga dapat mengingat dan mempelajari lebih dalam apa maksud dari isi buku tersebut, mudah-mudahan ke depan akan banyak lahir penulis buku andal dari SMAN 1 Ngluwar,” harapnya. (mg23/mg26/aro)