Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Magelang Siapkan Lima Bus Mudik Gratis

R

Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto saat rapat koordinasi terpadu persiapan lebaran yang dihadiri.Bupati Magelang Grengseng Pamuji.
Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto saat rapat koordinasi terpadu persiapan lebaran yang dihadiri.Bupati Magelang Grengseng Pamuji.


Advertisement

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Pemkab Magelang akan menyediakan angkutan umum gratis yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Magelang di perantauan untuk mudik lebaran.

Total ada lima unit bus mudik gratis yang disiapkan.

“Kita berharap, masyarakat memanfaatkan mudik gratis ini agar perjalanan lebih aman dan lancar,” kata Bupati Magelang Grengseng Pamuji usai rapat koordinasi terpadu persiapan lebaran, Rabu (11/3/2026).

Advertisement

Dikatakan, rencananya keberangkatan bus mudik gratis dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada H-2 lebaran dan turun di Terminal Secang.

Ia menyampaikan, berbagai persiapan lainnya untuk menyambut libur lebaran dipersiapkan.

Pemerintah, kata dia, memiliki komitmen untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat selama perayaan Idul Fitri.

Advertisement

Terlebih, masa cuti bersama lebaran tahun ini cukup panjang, 18-24 Maret, sehingga berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat.

Menurutnya, melalui rapat koordinasi tersebut seluruh unsur pemerintah, baik sipil maupun militer, harus mampu bekerja sebagai satu tim tanpa mengedepankan ego sektoral.

“Idul fitri dan segala tantangannya tidak akan bisa kita hadapi jika kita berjalan sendiri-sendiri. Mulai hari ini kita adalah satu tim,” tegasnya.

Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pengendalian inflasi dan stabilitas harga bahan pokok.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran toko pengendali di pasar untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang.

Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan Perum Bulog serta instansi terkait lainnya.

“Ini dilakukan agar stabilitas harga dan stok barang di pasar tetap terjaga, sehingga inflasi daerah bisa dikendalikan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, Pemkab Magelang juga menyiapkan operasi pasar tambahan melalui program pasar murah dan Gerakan Pangan Murah di sejumlah kecamatan.

“Kami melaksanakan operasi pasar tambahan atau pasar murah bersama instansi terkait di beberapa titik kecamatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah,” ungkapnya.

Pengawasan distribusi bahan pokok juga diperketat melalui inspeksi mendadak ke gudang dan pasar untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga.

“Kami juga melakukan sidak bersama Satgas Pangan untuk memastikan tidak ada gudang atau toko yang menahan barang yang bisa menyebabkan harga naik,” tegasnya.

Dalam menghadapi arus mudik dan meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur lebaran, Pemkab Magelang juga menyiapkan posko terpadu yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Posko tersebut dipindahkan dari lokasi sebelumnya di Taman Anggrek ke kawasan Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur Magelang agar lebih representatif dan mudah diakses oleh pemudik maupun wisatawan.

“Lokasinya kita geser ke MAJT karena tempatnya lebih representatif dan bisa menjadi titik berkumpul pemudik maupun wisatawan. Di sana semua stakeholder terlibat,” katanya. (rfk/aro)

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Neneng Sisihkan Rp1 Juta untuk Blonjo Warung Tonggo,  Bayar Pakai QRIS Stupa Lebih Praktis

Neneng Sisihkan Rp1 Juta untuk Blonjo Warung Tonggo, Bayar Pakai QRIS Stupa Lebih Praktis

Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Magelang mulai terbiasa belanja di warung tetangga yang menjadi mitra Gerakan Blonjo Warung Tonggo (BWT).

Wamentan: Beras Surplus, Tapi Masih Ada Warga Lapar

Wamentan: Beras Surplus, Tapi Masih Ada Warga Lapar

Bagi sebagian orang, 30 kilogram beras mungkin jumlah yang kecil. Namun bagi Sri Ariati, 50, itu menjadi penopang hidup.

 Magic 2026, Pemkab Magelang Janji Tak Persulit Izin, Tapi Investor Wajib Berdayakan Warga

Magic 2026, Pemkab Magelang Janji Tak Persulit Izin, Tapi Investor Wajib Berdayakan Warga

Kabupaten Magelang tidak butuh investor yang cuma cari untung. Tapi butuh investor yang buka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan bikin warga sekitar sejahtera.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer