
RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Bagi sebagian orang, 30 kilogram beras mungkin jumlah yang kecil. Namun bagi Sri Ariati, 50, itu menjadi penopang hidup.
Warga Desa Sonorejo, Kecamatan Candimulyo ini tidak punya lahan. Tidak punya sawah. Saat bantuan pangan datang ke Balai Desa Sonorejo, ia jadi salah satu yang paling bersyukur.
"Alhamdulillah, bermanfaat sekali, apalagi seperti saya yang tidak punya lahan tanah. Saya bersyukur sekali dengan adanya bantuan ini dan berterima kasih," ucap Sri lirih.
Hari itu, beras diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian M. Saleh Mustafa, didampingi Bupati Magelang Grengseng Pamuji. Bukan sekadar simbolis. Sebanyak 98 warga Sonorejo menerima jatah 10 kg per bulan yang dirapel sekaligus. Beras 30 kg untuk Oktober, November, dan Desember 2026.
Wamentan Saleh Mustafa tidak bicara soal surplus di atas podium. Ia bicara soal perut yang masih lapar. "Jangan merasa sudah berlebihan ketika hasil pertanian kita surplus. Ternyata masih ada saudara-saudara kita yang kekurangan," katanya.
Ia menegaskan, petani sudah kerja keras, tapi belum tentu sejahtera. Karena itu produksi harus naik, kesejahteraan harus ikut naik. Ia bahkan membuka pintu. Petani butuh pupuk, obat-obatan, sampaikan, akan ditindaklanjuti.
Di sisi lain, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta memastikan dapur bantuan aman. Pimpinan Kanwil, Dedi Aprilyadi melaporkan, penyaluran di Sonorejo bagian dari komitmen 4T: tepat sasaran, tepat waktu, tepat kuantitas, tepat kualitas.
Menurutnya, serapan gabah dan beras di wilayahnya sudah 219 ribu ton atau 112 persen dari target 195 ribu ton. Saking surplus, 5.000 ton bahkan sudah dikirim ke Kalimantan. "Penyerapan gabah dan beras telah mencapai 219 ribu ton atau 112 persen dari target 195 ribu ton," ujarnya. (rfk/lis)



