RADARMAGELANG.ID, Magelang – RSUD Tidar Kota Magelang tengah menyiapkan alat radioterapi untuk menangani penyakit kanker. Pengobatan radioterapi bisa digunakan untuk penyakit kanker stadium awal atau ketika sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Direktur RSUD Tidar dr Junaedi Wibawa mengatakan, alat radioterapi dihadirkan untuk menambah kelengkapan pelayanan rumah sakit. Di samping itu, jumlah pasien kanker yang berobat ke RSUD Tidar semakin banyak.
“Sebetulnya, kita sudah punya beberapa dokter ahli kanker dari beberapa spesialis. Tapi selama ini, kita baru di tahap pelayanan antikanker melalui obat, dan sekarang kita menambah dengan alat radioterapi ini,” jelas Dokter Junaedi kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, masyarakat sudah membutuhkan radioterapi untuk membantu proses pengobatan atau penyembuhan penyakit kanker. Selama ini, pasien-pasien yang perlu mendapatkan penanganan radioterapi harus dirujuk ke rumah sakit luar daerah. Pasien pun harus berjuang menempuh perjalanan yang lebih jauh dan membutuhkan waktu tunggu yang tidak sebentar.
“Pasien kanker yang dirujuk ke rumah sakit yang ada di Jogja maupun Semarang, antrean radioterapi yang paling cepat itu tiga bulan. Terkadang, pasien belum sempat mendapatkan radioterapi, sudah meninggal duluan. Itu lah yang mendorong kami menghadirkan alat ini, agar pasien mendapatkan penanganan radioterapi yang lebih cepat,” ungkapnya.
Meski hanya memiliki satu alat radioterapi, kata Dokter Junaedi, alat tersebut bisa digunakan untuk melayani 70-100 pasien per hari. Ketersediaan alat tersebut diklaim sudah mencukupi kebutuhan yang ada.
“Dengan adanya radioterapi ini, kami berharap pelayanan onkologi atau kanker bisa naik kelas ke paripurna,” tuturnya.
Selain layanan onkologi, layanan penyakit jantung juga menuju paripurna dengan hadirnya catlab.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menambahkan bahwa bidang kesehatan di Kota Magelang harus mampu memberikan pelayanan sepenuh hati—yakni memiliki fasilitas lengkap, dan didukung kualitas SDM yang mumpuni. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto