Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Mobil Elf PMI Kota Magelang Kecelakaan di Purbalingga, Joko Winarno sempat Mengira Sopir Bercanda, Ternyata Rem Blong

Puput Puspitasari • Jumat, 9 Januari 2026 | 13:45 WIB
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menjenguk korban mobil PMI Kota Magelang yang terguling.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menjenguk korban mobil PMI Kota Magelang yang terguling.

 

RADARMAGELANG.ID, Magelang Dua relawan yang menjadi korban kecelakaan tunggal mobil PMI Kota Magelang di Purbalingga sudah tiba di RSUD Tidar Kota Magelang.

Mereka dirawat di ruang Edelweiss dan menunjukkan kondisi kesehatan yang membaik.

Kepada Jawa Pos Radar Magelang, mereka mengaku tidak menyesal ikut dalam tim pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan, walau akhirnya mengalami musibah saat perjalanan pulang ke Kota Magelang.

“Saya tidak menyesal, dan tetap ingin (selalu) menolong,” kata Joko Winarno, relawan PMI Kota Magelang yang masih terbaring di tempat tidurnya. 

Rasa kemanusiaan menggerakan Joko untuk ikut mencari pendaki asal Kota Magelang yang hilang di Gunung Slamet.

“Ini soal kemanusiaan. Terlepas dari miskin atau kaya, saya terpanggil untuk berangkat ke sana,” ucapnya. 

JOKO WINARNO, Relawan PMI Kota Magelang
JOKO WINARNO, Relawan PMI Kota Magelang

Dalam insiden kecelakaan itu, Joko yang duduk di belakang sopir mengalami luka pada pinggul. Ia cukup sulit bergerak. Namun ingatannya masih tajam. Saat mobil PMI mulai oleng, seluruh penumpang tidak menyadari jika sedang rem blong.

“Dikira kita, driver itu bercanda. Karena orangnya memang suka bercanda. Lama-lama saat jalan turun yang sedikit landai, mobilnya tetap oleng, kita semua langsung pegangan, dan yang tidur dibangunkan,” tuturnya.

Senada dengan relawan SAR, Sugeng Karyono yang duduk paling belakang juga mengira sopir sedang guyon untuk menghibur. Ia juga sempat melihat, relawan lain menepuk bahu sang sopir dan menegur agar mengemudikan mobil dengan benar.

“Di tepuk tuh, dia diam saja. Mungkin karena masih konsentrasi mengendalikan mobil atau tidak ingin membuat kami panik. Ya, lama-lama kita sadar, semua pegangan di kursi masing-masing,” ungkap warga Magelang Tengah ini. 

Saat mobil semakin tak terkendali, Sugeng sempat khawatir benda-benda tajam seperti celurit, pisau, golok, dan peralatan lain yang ada di bagasi belakang mengenai dirinya. Beruntung, meski pada akhirnya mobil terbalik ke sisi kiri dan berhenti, alat-alat yang digunakan tim relawan untuk mencari Syafiq Ridhan Ali Razan tidak melukai.

“Itu beruntung sekali. Saya tidak bisa membayangkan, kalau alat-alat itu tumpah ke depan. Soalnya, baju saya yang ada di tas dan saya taruh belakang, sampai sobek-sobek. Mungkin juga karena terkena benda tajam itu,” tutur warga Tempuran, Kabupaten Magelang itu.

Meski mengalami kecelakaan usai ikut pencarian di Gunung Slamet, Sugeng sama sekali tidak menyesal. Musibah itu tidak mengurangi semangatnya untuk tetap membantu sesama. 

“Kami itu relawan dari SAR, tidak dibayar, ke sana pakai uang pribadi, kami patungan. Dan saya tidak menyesal ikut ke sana,” ucap pensiunan perangkat Desa Tempurejo itu. 

Sementara itu, Indah, istri Sugeng, mengaku jika suaminya sempat menyembunyikan kabar kecelakaan itu. Suaminya mengirim voice note (VN) atau rekaman suara jika akan terlambat pulang. Pesan itu dikirim setelah suaminya berhasil dievakuasi ke luar mobil. 

"Cuma bilang mungkin terlambat pulang, karena mobil ada kendala. Kendalanya apa, tidak diceritakan," tuturnya. 

Lama-lama, suaminya pun mengaku jika mengalami kecelakaan dan paha kirinya sobek. "Saya tidak sempat melihat lukanya seperti apa, karena sampai di sini sudah diperban, dapat 17 jahitan," ujarnya. 

Suaminya pun sempat menolak untuk dijemput keluarga, karena telah diurus oleh PMI Purbalingga dan relawan di sana. "Saya sempat mau nyusul, tapi bapak nggak mau. Katanya, di sana sudah banyak mobil ambulans yang membantu," pungkasnya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#gunung slamet #RSUD Tidar Kota Magelang #syafiq ridhan ali razan #pmi kota magelang #relawan #kecelakaan #BPBD kota Magelang