Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kolaborasi Lintas Sektor Kejar Percepatan Zero Dose Imunisasi di Wonosobo

S
Penulis: Sigit Rahmanto❯
Puslitkes LPPM Undip dan UNICEF, bersama Pemkab Wonosobo mengadakan kegiatan Strategi Mobilisasi Masyarakat untuk Penurunan Zero Dose Imunisasi di Wonosobo. (Istimewa)
Puslitkes LPPM Undip dan UNICEF, bersama Pemkab Wonosobo mengadakan kegiatan Strategi Mobilisasi Masyarakat untuk Penurunan Zero Dose Imunisasi di Wonosobo. (Istimewa)

Advertisement

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo- Kabupaten Wonosobo menjadi salah satu dari lima kabupaten/kota dampingan UNICEF dalam program percepatan penurunan zero dose imunisasi.

Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa dan Bali, Tubagus Arie Rukmantara menegaskan zero dose bukan sekadar persoalan angka cakupan, melainkan berkaitan langsung dengan pemenuhan hak anak.

Advertisement

“Anak yang tidak mendapatkan imunisasi berarti hak tumbuh kembangnya terancam. Imunisasi berkaitan dengan hak kesehatan, pendidikan, perlindungan, bahkan hak anak untuk bermain dan berkembang secara optimal,” ungkapnya dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Lintas Sektor dalam Strategi Mobilisasi Masyarakat untuk Penurunan Zero Dose Imunisasi di Kabupaten Wonosobo,di Front One Harvest Hotel, Selasa (26/1/2026).

Ia menjelaskan anak yang tidak diimunisasi lebih rentan terserang penyakit yang dapat menyebabkan disabilitas maupun gangguan tumbuh kembang. Ia optimistis Wonosobo memiliki modal sosial yang kuat untuk mengatasi persoalan zero dose.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan menjelaskan cakupan imunisasi di Kabupaten Wonosobo mengalami dinamika dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2023 cakupan imunisasi tercatat sekitar 40 persen, kemudian meningkat pada 2024 menjadi 66,75 persen. Namun kembali menurun pada 2025 menjadi sekitar 58,7 persen.

Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi capaian tersebut adalah adanya peningkatan jumlah sasaran imunisasi.

“Pada tahun 2024 jumlah sasaran mencapai sekitar 14 ribu anak. Kemudian di akhir tahun 2025 dilakukan pemetaan ulang dan diperoleh sasaran riil sekitar 12 ribu anak,”terangnya.

Jaelan menambahkan program imunisasi juga dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran layanan kesehatan.

Advertisement

Artikel Terkait

Wujud Nyata Dana Cukai untuk Kesehatan Warga Dinkes Wonosobo Keroyokan Hadapi TBC

Wujud Nyata Dana Cukai untuk Kesehatan Warga Dinkes Wonosobo Keroyokan Hadapi TBC

Komitmen Pemkab Wonosobo dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan merata bukan sekadar isapan jempol. Melalui Dinkes pemanfaatan DBHCHT dilakukan optimal

Gempur Penyakit Kronis Wonosobo Luncurkan Tiga Inovasi “Manis” Kesehatan : Mas Jo Si Manis, Sopandi dan Gulali Manis

Gempur Penyakit Kronis Wonosobo Luncurkan Tiga Inovasi “Manis” Kesehatan : Mas Jo Si Manis, Sopandi dan Gulali Manis

Tiga inovasi pelayanan kesehatan dideklarasikan untuk mendekatkan pelayanan medis ke jantung pemukiman warga. Tiga inovasi tersebut MAS JO SI MANIS (Puskesmas Sukoharjo Sigap Sama Prolanis), SOPANDI dan GULALI MANIS

 Anemia Remaja Tinggi, Dinkes Wonosobo Perketat Skrining Pelajar

Anemia Remaja Tinggi, Dinkes Wonosobo Perketat Skrining Pelajar

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo langsung tancap gas di awal trimester kedua tahun 2026. Berkaca dari evaluasi tahun lalu, pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) untuk kelompok anak sekolah dan remaja

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer