Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Babat Beset : Strategi DPUPR Wonosobo Jaga Infrastruktur

Sigit Rahmanto • Jumat, 1 Mei 2026 | 19:37 WIB
Rapat DPUPR Wonosobo dengan Tim Asistensi Bupati yang diadakan Kamis (30/4/2026).
Rapat DPUPR Wonosobo dengan Tim Asistensi Bupati yang diadakan Kamis (30/4/2026).

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo—Keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo menyusun strategi agar pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik tetap berjalan.

Upaya itu dibahas dalam rapat Tim Asistensi Bupati bersama DPUPR Kabupaten Wonosobo di kantor setempat, Kamis (30/4/2026).

Kepala DPUPR Wonosobo Nurudin Ardianto mengatakan, rencana strategis pembangunan infrastruktur periode 2024-2027 telah disusun dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

Menurut dia, meski anggaran pada 2025 dan 2026 mengalami penurunan, target indikator kinerja tetap diupayakan tercapai.

“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya memastikan indikator kinerja tidak mengalami penurunan. Ini menuntut pola kerja yang lebih cepat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Nurudin.

Baca Juga: Lubang Menganga di Kampung Kasiran Wonosobo Gerus Pemukiman, DPUPR Pasang Box Cluvert

Ia menuturkan, DPUPR mengusung semangat “Tata Bangun Jaga” sebagai komitmen menjaga kualitas layanan publik di sektor infrastruktur.

Ketidakpastian anggaran dan regulasi, kata dia, justru menuntut perangkat daerah bekerja lebih efektif.

Sebagai langkah prioritas, DPUPR membagi fokus kerja ke dalam dua klaster utama.

Yakni pemeliharaan jalan dan irigasi serta pelayanan perizinan yang lebih responsif.

Dalam rapat juga disampaikan terdapat 110 titik prioritas jalan yang menjadi perhatian utama.

Penentuan lokasi tersebut didasarkan pada indikator pembangunan daerah dan aspirasi masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan LaporBub.

Selain itu, DPUPR menyiapkan inovasi bertajuk “babat beset”. Yakni program kerja bakti membersihkan rumput di bahu jalan, saluran drainase, dan area irigasi.

Kegiatan itu dilaksanakan rutin setiap Jumat dengan melibatkan seluruh unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dan pegawai DPUPR.

“Babat beset menjadi bagian dari transformasi pola kerja kami. Di tengah keterbatasan anggaran, semangat gotong royong harus tetap hidup sebagai kekuatan utama menjaga infrastruktur,” kata Nurudin.

Ketua Tim Asistensi Bupati Idham Cholid mengapresiasi langkah kreatif tersebut.

Menurut dia, inovasi itu harus mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong.

“Yang paling penting, kegiatan ini jangan hanya menjadi rutinitas internal. Tetapi harus mampu mendorong keterlibatan masyarakat. Partisipasi warga adalah kunci keberhasilan pembangunan,” ujar Idham.

Ia menilai, pelibatan masyarakat perlu diperkuat melalui stimulus kepada pemerintah desa agar warga terdorong ikut merawat lingkungan dan infrastruktur di wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, tim asistensi juga mengingatkan pentingnya transparansi dan integritas dalam setiap kebijakan.

DPUPR diminta segera merumuskan konsep teknis babat beset dengan melibatkan pemerintah desa.

Program tersebut direncanakan masuk dalam skema swakelola tipe 4 berbasis masyarakat dan ditargetkan diluncurkan pada akhir Juli 2026 bertepatan dengan Hari Jadi Wonosobo. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Tim Asistensi Bupati #Babat Beset #DPUPR Wonosobo #keterbatasan fiskal #Nurudin Ardiyanto