Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jalisu Tekan Risiko Kecelakaan di Jalur Tengkorak Kertek

Sigit Rahmanto • Jumat, 1 Mei 2026 | 19:28 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardiyanto dalam reses di Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/4/2026).
Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardiyanto dalam reses di Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/4/2026).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Penanganan Jalur Lingkar Sumbing (Jalisu) sebagai ruas alternatif untuk mengurangi kepadatan di jalur tengkorak Kertek telah selesai dilaksanakan pada tahun 2025.

Keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas tingginya volume kendaraan dan risiko kecelakaan di jalur utama Kertek.

Hal itu disampaikan anggota Komisi V DPR RI,Sofwan Dedy Ardiyanto saat menggelar reses di Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/4/2026).

Menurut dia, penanganan Jalisu menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memperbaiki konektivitas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga: Rawan Longsor, Jalan Lingkar Sumbing Ditutup Sementara, DPUPR Wonosobo Lakukan Pembenahan agar Aman untuk Pengguna Jalan

“Jalisu sudah selesai ditangani pada 2025. Harapannya bisa memecah arus kendaraan yang selama ini bertumpu di jalur Kertek,” ujarnya sebagai pengusul anggaran jalur tersebut.

Jalur Kertek selama ini dikenal masyarakat sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Wonosobo.

Medan jalan berupa tanjakan, turunan panjang, tikungan tajam, serta padatnya kendaraan besar menjadi faktor utama tingginya potensi kecelakaan di kawasan tersebut.

Dengan berfungsinya Jalisu, distribusi kendaraan diharapkan lebih merata. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, jalur alternatif tersebut juga diyakini dapat mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.

Sofwan menambahkan, pembangunan infrastruktur daerah harus terus dilakukan secara sinergis antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, berbagai kebutuhan pembangunan lain di Wonosobo juga masih terus diperjuangkan melalui jalur aspirasi dan pembahasan lintas kementerian.

“Yang terpenting pembangunan itu sesuai kebutuhan masyarakat dan prioritas daerah,” katanya.

Selain berfungsi sebagai jalur alternatif, keberadaan Jalisu juga dipandang strategis untuk membuka akses ekonomi di kawasan lereng.

Jalur itu diharapkan mendorong pertumbuhan wilayah sekitar sekaligus memperkuat konektivitas kabupaten  dengan daerah tetangga. (git/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#jalur tengkorak kertek #Sofwan Dedy Ardyanto #reses