RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Tingginya belanja pegawai masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Saat ini porsi belanja pegawai tercatat mencapai 37 persen atau Rp 712,28 miliar dari total APBD. Angka tersebut melampaui ambang batas ideal nasional sebesar 30 persen.
Persoalan itu disampaikan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat menerima kunjungan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh di Pendopo Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/4/2026).
Di hadapan pimpinan lembaga kepegawaian nasional tersebut, Afif meminta arahan agar penataan ASN tetap berjalan sehat tanpa menyalahi aturan.
Menurut Afif, tingginya belanja pegawai bukan sekadar angka statistik dalam dokumen anggaran. Namun menjadi dilema kebijakan yang harus dihadapi hampir seluruh pemerintah daerah, termasuk Wonosobo.
Sebab, di satu sisi daerah dituntut menjaga proporsi belanja pegawai agar tetap ideal. Di sisi lain, ASN merupakan tulang punggung pelayanan publik yang tidak bisa dipangkas secara sembarangan.
“Ini bukan sekadar persoalan angka, tetapi dilema kebijakan. Karena penyesuaian tidak bisa dilakukan dengan mengurangi pegawai,” katanya.
Dia menjelaskan, saat ini jumlah ASN di lingkungan Pemkab Wonosobo mencapai 9.219 orang.
Ribuan aparatur tersebut menjadi ujung tombak layanan masyarakat, mulai sektor pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, pertanian, hingga pelayanan dasar lain di tingkat desa dan kecamatan.
Karena itu, Pemkab memilih fokus pada peningkatan kualitas birokrasi dan efisiensi kerja. Salah satunya melalui penerapan sistem merit yang kini mencatat nilai 289,5 dengan kategori baik.
Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan tata kelola ASN berbasis kompetensi.
Menanggapi hal itu, Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh menilai tantangan fiskal daerah harus dijawab dengan penataan birokrasi yang cerdas, bukan sekadar pengurangan pegawai.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu memastikan setiap ASN memiliki produktivitas tinggi dan berdampak langsung terhadap masyarakat.
Zudan mengapresiasi langkah Wonosobo yang mulai membangun sistem manajemen talenta dan digitalisasi layanan ASN. Menurutnya, arah kebijakan tersebut sudah tepat dan sejalan dengan transformasi birokrasi nasional. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo