RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Wonosobo menggelar musyawarah cabang (muscab) di Ballroom Hotel Horison, Minggu (19/4/2026). Agenda ini menjadi pintu awal seleksi alam bagi kader-kader potensial yang akan memimpin partai ke depan.
Ketua DPW PKB Jawa Tengah sekaligus Ketua DPC PKB Wonosobo, Sarif Abdillah, menegaskan muscab kali ini merupakan bagian dari program konsolidasi besar PKB di tingkat provinsi. Seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah serentak menggelar muscab sejak 15 hingga 20 April.
“Ini memang instruksi dari program DPP. Konsolidasi kita fokus pada penguatan struktur, salah satunya melalui muscab di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.
Ia menyebut, muscab di Wonosobo menjadi hari kelima pelaksanaan di Jawa Tengah. Setelah tahapan ini rampung, seluruh hasil penjaringan kader akan dibawa ke DPP untuk proses seleksi lanjutan.
Baca Juga: PKB Jateng Gelar Muscab Serentak, 819 Kader Tampil sebagai Calon Ketua DPC
Menurutnya, konsep muscab kali ini bukan langsung memilih ketua, melainkan menjaring kader terbaik. Nama-nama yang muncul akan diuji melalui uji kelayakan dan kepatutan (UKK) berlapis sebelum ditentukan formasi kepengurusan definitif.
“Di muscab ini kita mengusulkan kader-kader potensial, yang punya kapasitas, kemampuan komunikasi publik, membangun jejaring, dan mampu menata organisasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, tiap DPC bisa mengusulkan 3 hingga 10 nama. Selanjutnya, DPP akan menyaring melalui UKK tahap pertama dan kedua sebelum menetapkan struktur final, baik Dewan Syuro maupun Dewan Tanfidz.
“Penentuan akhir nanti di DPP. Kita targetkan Juni sudah selesai dan dilanjutkan pelantikan serentak di Jakarta,” imbuhnya.
Sarif juga menegaskan, semangat utama muscab kali ini adalah membangun kerja kolektif, bukan figur tunggal.
“Kita ingin membentuk super team, bukan superman. Kepemimpinan harus kolektif-kolegial,” katanya.
Meski sejumlah nama mulai mengemuka, termasuk figur yang disebut-sebut kuat, ia enggan berspekulasi. “Kita lihat saja penilaiannya nanti. Tokohnya banyak, tidak bisa disebut satu per satu,” ujarnya.
Selain penjaringan kepengurusan, muscab juga menjadi momentum konsolidasi tiga pilar utama, mulai dari kultural, struktural, dan generasi muda.
PKB, kata dia, ingin tetap berpijak pada basis tradisional sekaligus membuka ruang besar bagi gen Z.
“Fondasi sejarah tidak boleh ditinggalkan, tapi kita juga harus kuat di generasi muda. Ini bagian dari keberlanjutan partai,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Wonosobo dari Fraksi PKB, Ahmad Fakih, menegaskan target politik PKB ke depan harus menang. “Prinsipnya kita harus menang. Target realistis nanti dirumuskan bersama dalam forum ini,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat ini PKB Wonosobo telah memiliki 265 ranting yang tersebar hingga tingkat dusun. Basis ini dinilai menjadi kekuatan utama untuk menghadapi kontestasi politik mendatang. Di sisi lain, penguatan generasi muda juga menjadi fokus serius.
Saat ini, sekitar 25 persen struktur diisi anak muda, dan ke depan PKB menargetkan pengurus di tingkat kecamatan didominasi usia maksimal 35 tahun.
“Kita butuh energi baru. Politik ke depan harus diisi anak-anak muda. PKB harus tampil lebih modern dan terbuka,” tandasnya.
PKB Wonosobo pun mulai memasang target ambisius untuk Pemilu 2029, termasuk peluang menambah kursi legislatif hingga mengincar posisi kepala daerah.
“Apapun regulasinya nanti, PKB siap memenangkan kontestasi di Wonosobo,” pungkas Syarif. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo