RADARMAGELANG.ID, Wonosobo--Jalur menuju kawasan wisata Wonosobo–Dieng kembali diwarnai kendaraan mogok di tanjakan. Di tengah meningkatnya volume kendaraan menuju kawasan wisata Dieng, kondisi ini kerap memicu kepadatan lalu lintas, terutama di titik tanjakan panjang dan tikungan sempit.
Beberapa kendaraan dilaporkan mogok saat menanjak sehingga berhenti di badan jalan. Kondisi tersebut langsung menyebabkan antrean kendaraan, mengingat sebagian jalur memiliki lebar terbatas dan didominasi tanjakan serta tikungan tajam.
Personel Polres Wonosobo yang berjaga di jalur tersebut langsung bergerak cepat membantu pengendara. Petugas membantu mendorong kendaraan ke lokasi yang lebih aman, sementara petugas lain mengatur arus lalu lintas agar kendaraan tetap bisa melintas secara bergantian dan tidak terjadi kemacetan panjang.
Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan mengatakan, peningkatan jumlah kendaraan menuju Dieng dalam beberapa waktu terakhir membuat jalur Wonosobo–Dieng semakin padat. Sehingga kendaraan mogok sedikit saja bisa langsung memicu antrean panjang.
“Kami menginstruksikan seluruh personel untuk sigap membantu masyarakat di lapangan. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas, sehingga kehadiran polisi diharapkan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Magelang, Minggu (22/3/2026).
Ia menjelaskan, karakteristik jalur Wonosobo–Dieng yang menanjak dan berkelok membuat kendaraan dengan kondisi mesin tidak prima berisiko mogok, terutama saat membawa beban berat atau terjebak antrean di tanjakan.
Polres Wonosobo mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melintasi jalur Wonosobo–Dieng, terutama pada sistem pengereman, kopling, dan tenaga mesin.
Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau informasi terkait arus lalu lintas, masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 atau memanfaatkan layanan SIPOLAN Polda Jawa Tengah yang siap memberikan pelayanan secara cepat dan responsif.
Dengan meningkatnya arus kendaraan menuju kawasan Dieng, pengendara diminta lebih berhati-hati, menjaga jarak kendaraan, serta menggunakan gigi rendah saat melintasi tanjakan agar kendaraan tidak kehilangan tenaga di jalur ekstrem tersebut. (git/aro)
Editor : H. Arif Riyanto