Lis Retno Wibowo• Sabtu, 4 Oktober 2025 | 14:52 WIB
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, bersama Bupati Banjarnegara dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dalam penyerahan SK Dieng sebagai geopark nasional.
RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berencana menggelar pertemuan dengan Disparbud Kabupaten Banjarnegara.
Agenda utama yakni menyamakan persepsi dan langkah pasca penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional.
Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, menegaskan pentingnya komunikasi lintas daerah. Pasalnya, kawasan geopark Dieng terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Wonosobo dan Banjarnegara.
“Karena ini kawasan, maka komunikasi dan sinergi antar kabupaten menjadi hal yang wajib. Harapannya, setelah ada kesepakatan, bisa langsung dibuat kerangka kerja yang jelas untuk masing-masing daerah,” kata Fahmi, Kamis (2/10/2025).
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya sekadar koordinasi administratif, melainkan juga mendorong terciptanya sistem pengelolaan bersama. Mulai dari penyusunan zonasi, konservasi kawasan, hingga strategi promosi pariwisata terpadu.
Penetapan Dieng sebagai geopark membawa peluang besar bagi peningkatan kunjungan wisata, penguatan riset kebumian, hingga pelestarian budaya lokal. Namun di sisi lain, juga ada tantangan yang tidak ringan.
Kondisi geografis Dieng yang rentan bencana alam, keterbatasan infrastruktur, serta potensi konflik kepentingan antardaerah menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dijawab.
“Kalau tidak ada penyatuan langkah, justru bisa timbul persoalan baru. Padahal status geopark menuntut sinergi kuat antar daerah,” jelas Fahmi.
Fahmi menambahkan, kerja sama lintas kabupaten menjadi kunci agar penetapan geopark tidak berhenti pada simbol semata.
“Syukur dalam praktiknya nanti bisa saling mendukung, sehingga manfaat geopark langsung dirasakan masyarakat Dieng,” ujarnya.
Dieng sendiri telah ditetapkan sebagai geopark nasional setelah melalui tahapan panjang. Status ini menempatkan Dieng sebagai kawasan yang tidak hanya berfokus pada wisata, tetapi juga pada pelestarian geologi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kedua daerah ini diharapkan bisa meneguhkan komitmen bersama, agar Dieng menjadi contoh pengelolaan kawasan wisata yang berkelanjutan, sekaligus menguntungkan masyarakat lokal,” tandasnya. (git/lis)