Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

103 Ribu Kasus Kecelakaan, Polri Genjot Edukasi di Dieng Culture Festival

Sigit Rahmanto • Minggu, 24 Agustus 2025 | 22:11 WIB
Program Polantas Menyapa yang digelar di arena Dieng Culture Festival (DCF) 2025.
Program Polantas Menyapa yang digelar di arena Dieng Culture Festival (DCF) 2025.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo  – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi alarm bagi semua pihak.

Data Korlantas Polri mencatat, sepanjang 2024 terjadi 103.645 kasus kecelakaan. Dari jumlah itu, 23.317 orang meninggal.

Situasi ini membuat Polri mencari cara kreatif agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami masyarakat.

Salah satunya lewat program Polantas Menyapa yang digelar di arena Dieng Culture Festival (DCF) 2025.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan bahwa edukasi keselamatan tidak harus selalu dikemas formal. Menurutnya, pendekatan inklusif justru lebih efektif. 

Polri memilih DCF sebagai medium karena festival budaya ini rutin menyedot lebih dari 75 ribu pengunjung lintas usia dan latar belakang. Dengan massa sebesar itu, DCF dianggap strategis untuk menyampaikan kampanye keselamatan secara masif.

Agus menambahkan, langkah ini sejalan dengan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang menargetkan penurunan fatalitas kecelakaan hingga 50 persen pada 2030.

Target tersebut, katanya, tidak akan tercapai tanpa keterlibatan banyak pihak. 

“Bukan hanya aparat, tetapi juga pemerintah daerah dan kesadaran masyarakat,” tandasnya.

Senada, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra menyebut keterlibatan pihaknya di DCF sebagai upaya menyentuh langsung masyarakat.

Ia menekankan bahwa lalu lintas adalah urat nadi kehidupan yang tak bisa dipisahkan dari aktivitas sehari-hari, baik di kota maupun desa.

“Lebih dari 70 persen upaya lalu lintas harus difokuskan pada edukasi. Penindakan sering menimbulkan ketidaknyamanan, tapi edukasi bisa menumbuhkan kesadaran dini masyarakat tentang bahaya kecelakaan,” jelasnya.

Polri berharap, pendekatan edukatif semacam ini bisa menjadi strategi jangka panjang untuk membangun budaya tertib lalu lintas. Dengan begitu, keselamatan tidak hanya menjadi aturan, melainkan kebutuhan bersama. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#DCF 2025 #kecelakaan lalu lintas #polantas