Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Kampung KB Abhinaya Desa Candimulyo Kertek Juara Nasional

Sigit Rahmanto • Kamis, 24 Juli 2025 | 18:04 WIB
JUARA NASIONAL : Bupati Wonosobo Afif Nurhidaiat menyerahkan penghargaan terbaik 2 nasional Kampung KB Berkualitas pada Kampung KB Abhinaya Desa Candimulyo, Kertek, dalam Festival Cinta Keluarga #3.
JUARA NASIONAL : Bupati Wonosobo Afif Nurhidaiat menyerahkan penghargaan terbaik 2 nasional Kampung KB Berkualitas pada Kampung KB Abhinaya Desa Candimulyo, Kertek, dalam Festival Cinta Keluarga #3.

RADARMAGELANG.ID, WONOSOBO — Transformasi Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek, Wonosobo, menorehkan sejarah baru di kancah nasional. Desa yang dulu tertinggal, kini menjelma sebagai desa mandiri dan juara nasional dalam ajang Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Kampung KB Abhinaya Desa Candimulyo meraih terbaik II nasional kategori kabupaten. Sebelumnya menjadi terbaik di Jawa Tengah.

Penghargaan diserahkan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam Festival Cinta Keluarga #3 di Alun-alun Wonosobo, Minggu (20/7).

Ketua Pokja Kampung KB Abhinaya, Heri Susilo Amin mengatakan capaian ini melalui proses panjang dan kerja keras kolektif. Menurutnya, pada 2017 desanya masuk kategori sangat miskin.

Namun sejak pencanangan Kampung KB Abhinaya, perubahan mulai tampak.

“Prosesnya tidak sebentar. Tapi sejak program Kampung KB dijalankan, arah pembangunan jadi jelas. Tahun ini, kami sudah resmi jadi desa mandiri,” kata Heri.

Status Desa Candimulyo mengalami peningkatan signifikan. Dari desa berkembang pada 2018—2019, menjadi desa maju selama 2020—2023.

Hingga akhirnya menyandang predikat desa mandiri awal 2024 dengan skor indeks desa membangun (IDM) 0,8227.

Pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling menonjol. Heri menyebut angka anak tidak sekolah (ATS) di Candimulyo kini nol persen.

“Kami tegaskan wajib belajar 12 tahun. Kalau ada anak yang tidak sekolah, kami jemput, kami dampingi,”tandasnya.

Berbagai inovasi terus dimunculkan untuk menjawab tantangan desa. Pokja Kampung KB menggulirkan puluhan program unggulan.

Semua berangkat dari basis data desa yang lengkap dan akurat, yang kemudian dijadikan acuan penyusunan kebijakan oleh pemerintah desa.

Beberapa program kreatif yang sudah berjalan antara lain web desa terintegrasi, pelayanan administrasi berbasis desa, gerakan cegah stunting, digitalisasi pendidikan, ternak karang taruna, hingga program penguatan ekonomi lokal lewat belanja produk warga.

Kepala Desa Candimulyo Parman Rusdianto menyampaikan, partisipasi warga menjadi kunci utama keberhasilan ini.

“Kampung KB menyentuh semua sektor. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, semua digarap bersama-sama,” katanya.

Ia juga mengklaim angka stunting di desanya mengalami penurunan signifikan. Dari 63 kasus balita stunting, kini tinggal beberapa saja.

Apresiasi disampaikan Kepala Dinas PPKBPPPA Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati. Ia menyebut, prestasi Candimulyo melengkapi capaian Kabupaten Wonosobo yang dua tahun berturut-turut menyabet juara nasional.

“Pembinaan Kampung KB kita lakukan rutin, dari pelatihan kader, penguatan pelaporan, hingga evaluasi tahunan. Tidak boleh berhenti di seremoni,” tegasnya.

Menurut Dyah, Kampung KB kini menjadi tulang punggung dalam upaya membangun kualitas keluarga di Wonosobo.

“Keluarga adalah titik awal pembangunan desa. Kalau keluarga kuat, desa ikut naik kelas,” ujarnya.

Transformasi Candimulyo menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya dengan anggaran.

Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, data yang kuat, dan komitmen bersama untuk menjadikan keluarga sebagai pusat perubahan.

Ketua Pokja Kampung KB Abhinaya, Heri Susilo Amin mengatakan capaian ini melalui proses panjang dan kerja keras kolektif.

Menurutnya, pada 2017 desanya masuk kategori sangat miskin. Namun sejak pencanangan Kampung KB Abhinaya, perubahan mulai tampak.

“Prosesnya tidak sebentar. Tapi sejak program Kampung KB dijalankan, arah pembangunan jadi jelas. Tahun ini, kami sudah resmi jadi desa mandiri,” kata Heri.

Status Desa Candimulyo mengalami peningkatan signifikan. Dari desa berkembang pada 2018—2019, menjadi desa maju selama 2020—2023.

Hingga akhirnya menyandang predikat desa mandiri awal 2024 dengan skor indeks desa membangun (IDM) 0,8227.

Pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling menonjol. Heri menyebut angka anak tidak sekolah (ATS) di Candimulyo kini nol persen.

“Kami tegaskan wajib belajar 12 tahun. Kalau ada anak yang tidak sekolah, kami jemput, kami dampingi,”tandasnya.

Berbagai inovasi terus dimunculkan untuk menjawab tantangan desa. Pokja Kampung KB menggulirkan puluhan program unggulan.

Semua berangkat dari basis data desa yang lengkap dan akurat, yang kemudian dijadikan acuan penyusunan kebijakan oleh pemerintah desa.

Beberapa program kreatif yang sudah berjalan antara lain web desa terintegrasi, pelayanan administrasi berbasis desa, gerakan cegah stunting, digitalisasi pendidikan, ternak karang taruna, hingga program penguatan ekonomi lokal lewat belanja produk warga.

Kepala Desa Candimulyo Parman Rusdianto menyampaikan, partisipasi warga menjadi kunci utama keberhasilan ini.

“Kampung KB menyentuh semua sektor. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, semua digarap bersama-sama,” katanya.

Ia juga mengklaim angka stunting di desanya mengalami penurunan signifikan. Dari 63 kasus balita stunting, kini tinggal beberapa saja.

Apresiasi disampaikan Kepala Dinas PPKBPPPA Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati. Ia menyebut, prestasi Candimulyo melengkapi capaian Kabupaten Wonosobo yang dua tahun berturut-turut menyabet juara nasional.

“Pembinaan Kampung KB kita lakukan rutin, dari pelatihan kader, penguatan pelaporan, hingga evaluasi tahunan. Tidak boleh berhenti di seremoni,” tegasnya.

Menurut Dyah, Kampung KB kini menjadi tulang punggung dalam upaya membangun kualitas keluarga di Wonosobo.

"Keluarga adalah titik awal pembangunan desa. Kalau keluarga kuat, desa ikut naik kelas,” ujarnya.

Transformasi Candimulyo menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya dengan anggaran.

Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, data yang kuat, dan komitmen bersama untuk menjadikan keluarga sebagai pusat perubahan. (git/lis)

Editor : Tasropi
#BUpati Wonosobo afif Nurhidayat #Festival Cinta Keluarga #kampung kb