RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Sebanyak 60 peserta dari perwakilan masjid di Kabupaten Wonosobo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar di Aula Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Dispaperkan) Wonosobo, Kamis (29/5/2025).
Peserta mendapatkan teori dan praktik dasar penyembelihan secara syar’i dan mempraktikkannya di Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemkab Wonosobo di Ngasinan.
Sekretaris Umum MUI Wonosobo, Toharotun mengatakan bimtek ini membahas aspek fikih, sekaligus memadukan teknologi penyembelihan yang baik sesuai prinsip kesejahteraan hewan.
Ia menambahkan, setiap jenis hewan membutuhkan teknik penyembelihan yang berbeda.
“Untuk sapi, posisi pemotongan harus lima jari di bawah rahang. Untuk kambing, tiga jari, dan satu jari untuk ayam,” jelasnya.
Toharotun juga menyebutkan, pelatihan kali ini merupakan angkatan ke-38 sejak pertama kali dilaksanakan pada 2016.
Setiap angkatan diikuti 40 hingga 60 peserta dari berbagai masjid di seluruh kecamatan.
“Ini bagian dari gerakan masyarakat sadar halal dan kampanye konsumsi daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH),” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaperkan Wonosobo, Heri Prasetya mengungkapkan, juru sembelih halal punya peran penting dalam memastikan produk daging sesuai syariat dan standar keamanan pangan.
Heri juga menekankan pentingnya sertifikasi halal bagi rumah potong hewan maupun unggas di Wonosobo.
“RPH milik Pemkab Wonosobo sudah bersertifikat halal. Kami harap RPH dan RPU lainnya juga segera menyusul,” tandasnya.
Kegiatan yang berlangsung dua hari ini kolaborasi antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wonosobo, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Yayasan Amal dan Kesejahteraan Umat Islam (Yakaumi), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wonosobo, serta Dispaperkan Kabupaten Wonosobo. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo