Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pertamina Patra Niaga Tegaskan Pengiriman LPG 3 Kg ke Pangkalan di Wonosobo Sesuai Kuota, Tidak Ada Pengurangan Supply

H. Arif Riyanto • Selasa, 4 Maret 2025 | 04:53 WIB
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Dugaan adanya kelangkaan LPG (gas elpiji) 3 kg dalam beberapa minggu terakhir di wilayah Mojotengah, Kabupaten Wonosobo mendapat tanggapan dari Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah.

Termasuk melambungnya harga gas subsidi itu di tingkat pangkalan yang kabarnya mencapai Rp 25 ribu per tabung, dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 18 ribu.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan menjelaskan, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyalurkan LPG 3 kg sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak ada pengurangan supply.

“Jadi, jadwal pengiriman ke pangkalan menyesuaikan kuota, bukan karena kendala supply,” katanya dalam rilis yang diterima Jawa Pos Radar Magelang, Senin (3/3/2025)

Dikatakan, berdasarkan pengecekan lapangan, harga LPG 3 kg yang tidak sesuai HET yaitu Rp18 ribu disebabkan oleh oknum.

Penjualan di pangkalan, kata dia, masih sesuai ketentuan, yaitu Rp18 ribu per tabung.

“Jumlah pangkalan di Kecamatan Mojotengah 105 pangkalan, pasokan Januari - Februari 2025 mencapai 139.885 tabung,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Erwin Abdillah, warga asal Sruni, Kelurahan Jarak, Wonosobo mengaku kesulitan mencari gas melon dalam beberapa hari terakhir.

Meskipun ada, dirinya harus mencari ke sekitar 7-10 toko dan kenalannya yang berjualan gas bersubsidi ini. 

"Sudah barangnya langka, harganya juga nggak ngotak," celetuknya.

Ia jengkel untuk mencari satu tabung saja harus bersusah payah dan harganya mahal. 

"Kenapa setiap kebijakan yang diberi subsidi itu kasusnya harus seperti ini? Tolonglah jika ada oknum yang bermain, harus segera ditindak. Jangan sampai masyarakat kecil yang jadi korban,” tegas Erwin.

Supervisor SPBU Krasak, Mojotengah, Wonosobo Danang Tri Yulianto mengaku, SPBU mendapat pasokan gas melon yang terbatas.

Tak heran, jika gas bersubsidi ini langsung ludes setiap kali ada pengiriman.

"Dalam seminggu, kita hanya menerima 50 tabung, yang dikirim dua kali dengan masing-masing pengiriman sebanyak 25 tabung. Setiap datang langsung habis karena permintaan cukup tinggi," ujarnya.

Meski menjelang ramadan dan lebaran permintaan semakin meningkat, dirinya mengklaim untuk harga elpiji di SPBU Krasak masih stabil.

Gas elpiji 3 kg Rp 18.000 per tabung, sedangkan elpiji 5,5 kg dibanderol Rp106.000, dan elpiji 12 kg Rp 215.000. (aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pertamina patra niaga #kelangkaan #gas melon #harga melambung #gas subsidi #elpiji 3 kg #LPG 3