RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Para peternak milenial dan gen z memeriahkan kontes domba Wonosobo (dombos) di lapangan Desa Menjer, Kecamatan Garung, Sabtu (20/7/2024).
Domba yang masuk 10 besar bisa mengalami peningkatan harga sampai 100 persen.
Ketua panitia Sukirno mengatakan, kontes domba ini sebagai ajang silaturahim para peternak domba Wonosobo. Utamanya yang milenial dan gen z.
Selain itu untuk memunculkan potensi daerah Wonosobo yaitu ikon peternakan Wonosobo.
Kegiatan ini juga memacu populasi karena sempat turun drastis. Sehingga lima tahun terakhir ada peningkatan.
"Saat ini, bertani itu seakan-akan gengsi bagi para pemuda. Ketika mereka beternak seperti tidak ada hasilnya. Tapi di balik itu, setelah beternak domba Wonosobo ini menjadi salah satu komoditas unggulan. Sehingga bisa menopang ekonomi," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Secara umum kelebihan domba Wonosobo, kata dia, dagingnya rendah lemak, ketika diternakkan, baik itu breading maupun fartening.
Lebih cepat pertumbuhannya, baik bobot badan maupun pertumbuhan secara fisik.
Jumlah peserta sekitar 400 lebih, 70 persen di antaranya adalah milenial dan gen z. Karena open kontes, peserta berasal dari berbagai daerah.
"Harga domba yang mengikuti kontes ini biasanya naik. Apalagi yang masuk 10 besar sangat berpotensi untuk meningkatkan harga jual," jelasnya.
Dia mencontohkan, domba yang berada di kisaran harga Rp 4 juta, bisa naik menjadi Rp 7 juta bahkan sampai Rp 10 juta.
Dikatakan, kriteria penilaian mengacu pada SK menteri pertanian.
Karena dombos ini ditetapkan pada 2011 oleh presiden pada waktu itu, ada kepala, telinga, bulu, kaki, ekor ada parameternya dalam penilaian. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo