RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Tingkat inflasi di Kabupaten Wonosobo urutan ke dua tertinggi setelah Kabupaten Rembang.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah Wonosobo, Joko Widodo mengatakan inflasi bulan Mei 2024 di angka 3,1 persen.
"Data terakhir, Kabupaten Wonosobo pernah mencapai angka 4,13, tertinggi di Jawa Tengah. Tapi kemarin rilis Juni untuk bulan Mei sudah turun," terang Joko usai mengikuti acara penyerahan cadangan pangan di Desa Tanjunganom, Kecamatan Kaliwiro, Rabu (18/6/2024).
Inflasi tertinggi Kabupaten Wonosobo terjadi pada Maret 2024 hingga menempati posisi pertama di Jawa Tengah.
Namun dalam beberapa bulan ini angka tersebut berangsur turun hingga pada rilis terakhir inflasi 3,1 persen.
Data yang dikeluarkan BPS Kabupaten Wonosobo melalui website resminya per Mei 2024 terhadap April 2024, menempati urutan ke-2 tertinggi di Jateng.
Posisi pertama ditempati Kabupaten Rembang dengan angka 3,45 persen. Disusul Kabupaten Wonosobo di angka 3,01 persen, dan Surakarta di angka 2,94 persen.
Tingginya inflasi di Wonosobo disebabkan harga beberapa komoditas pangan. Ada lima komoditas yang terpantau memengaruhi inflasi.
Yakni telur ayam ras, bawang merah, kol/kubis, sigaret kretek mesin (SKM) dan emas.
Untuk menekan laju inflasi itu, pemerintah kabupaten keluarkan beberapa kebijakan. Salah satunya dengan gencarkan program cadangan pangan ke desa. Dengan memberikan bantuan beras ke rumah tangga miskin di beberapa wilayah yang masih berlangsung saat ini.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat membenarkan persoalan tingginya inflasi. Untuk itu pemerintah menyalurkan beras cadangan pangan sejak awal 2024.
"Ini karena inflasi kita masih tinggi. Dan (bantuan) ini dalam rangka menurunkan angka inflasi di Indonesia yang sangat tinggi, termasuk di Wonosobo," jelasnya.
Harapannya dengan bantuan ini bisa ikut menurunkan harga beras di pasaran. "Karena kemarin harga beras sempat tinggi banget, makanya dengan distribusi ini bisa membantu masyarakat," tandasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo