RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Di kawasan wisata Dieng, Wonosobo akan dibangun embung seluas 4 hektare. Pembangunan embung ini untuk mengatasi persoalan banjir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU PR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto menjelaskan pembangunan embung itu dimulai awal Juni 2024 ini.
Direncanakan selesai dalam enam sampai delapan bulan ke depan.
Pembangunan embung di kawasan Dieng menurutnya sebagai langkah antisipasi banjir di kawasan tersebut.
Sebab dalam beberapa tahun terakhir di kawasan dieng, khususnya di perbatasan Wonosobo-Banjarnegara sering diterpa banjir saat hujan.
"Atas dasar itulah kemudian Pemerintah Kabupaten Wonosobo tahun 2023 lalu mengajukan pembangunan embung Dieng ke pemerintah pusat. Alhamdulillah disetujui," ujarnya, Senin (10/6/2024).
Embung tersebut juga akan berfungsi sebagai bahan penyedia air baku utama.
Digunakan untuk menambah ketersediaan air bagi pertanian sayur dan kentang di kawasan tersebut.
"Jadi embung ini juga akan berfungsi untuk memperbaiki sistem irigasi di wilayah tersebut yang sering digunakan oleh para petani," katanya.
Sebab, saat memasuki penghujan sering terjadi banjir. Sementara saat kemarau sering terjadi kelangkaan air di wilayah tersebut.
Embung Dieng berada di dua lokasi yang masuk wilayah Wonosobo.
Lokasi pertama berada di lahan aset pemerintah, di belakang Taman Syailendra seluas 8000 meter persegi.
"Di lokasi pertama ini namanya bukan embung. Tapi kolam detensi karena cakupan areanya yang relatif lebih kecil," ujarnya.
Sementara lokasi kedua ditempatkan di lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tak jauh dari lokasi wisata Telaga Warna.
Dengan cakupan area yang akan dibangun sekitar 3 hektare.
"Jadi lahan ini dulunya dinamakan Telaga Wurung. Area yang cukup luas tapi selama ini belum difungsikan dengan baik. Karena terkadang ada airnya kadang tidak. Daripada tidak terpakai dan tidak berfungsi dengan maksimal, kita bangun disana," lanjutnya.
Pembangunan dua embung di kawasan Dieng akan menghabiskan anggaran Rp 24 miliar. Dibiayai Kementerian PUPR.
Dari kedua lokasi itu menurutnya bisa menampung 10.000 meter kubik air per tahun.
Dengan rincian kolam detensi bisa menampung hingga 3.284 meter kubik dan embung dieng bisa menampung sebesar 4.064 meter kubik air per tahun.
Selain alasan banjir, embung juga sebagai pusat lokasi konservasi sumber daya air oleh Balai Besar Wilayah Serayu Opak.
Yang memungkinkan masyarakat bisa mengetahui pentingnya menjadi wilayah hulu dari Sungai Serayu yang saat ini berstatus kritis.
"Nanti akan tempat edukatif di sana untuk belajar bersama dalam menjaga kawasan hulu dari Sungai Serayu," tandasnya. (git/lis)
Pembangunan Dua Embung di Dieng
- Embung 1
Merupakan kolam detensi karena areanya lebih kecil
Berada di belakang Taman Syailendra seluas 8000 m2
Lahan milik Pemkab Wonosobo
Menampung air 3.284 m3/tahun
- Embung 2
Di lahan milik KLHK dekat Telaga Warna
Seluas 3 hektare
Menampung 4.064 m3/tahun
- Tentang Embung Dieng
Kedua embung telan Rp 24 miliar dari Kementerian PUPR
Pembangunan selama 8 bulan dimulai Juni 2024
Atasi banjir dan konservasi sumber daya air
Penyedia air untuk pertanian
Sumber : Diolah dari berita
Editor : H. Arif Riyanto