Tembakau Temanggung Dihargai Rp107 Ribu per Kg, Kualitas Jadi Penentu

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB
Jajaran Forkopimda Temanggung berkunjung ke gudang PT Djarum di Kupen, Pringsurat, Rabu (16/9/2026). (Devi Khififatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Jajaran Forkopimda Temanggung berkunjung ke gudang PT Djarum di Kupen, Pringsurat, Rabu (16/9/2026). (Devi Khififatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Harga tembakau Temanggung tahun ini menyentuh Rp107 ribu per kilogram. Harga tersebut muncul di gudang tembakau PT Djarum di Kupen, Pringsurat, pada Rabu (16/9/2026).

Kendati demikian, harga tersebut bukan berlaku untuk seluruh tembakau. Nilai tertinggi itu diberikan untuk tembakau grade D. Yakni dengan kualitas terbaik dan karakter yang sesuai standar pabrikan.

Tim Pembelian Tembakau PT Djarum, Hugiono, mengatakan, penentuan harga sangat bergantung pada kualitas dan karakter tembakau. Pabrikan menggunakan sistem grade atau indeks untuk menentukan harga setiap tembakau yang masuk.

"Harga pembelian kita tergantung kualitas dan grade. Semakin grade-nya tinggi, semakin harganya tinggi," kata Hugiono di gudang tembakau PT Djarum, Pringsurat.

Per Rabu (16/9/2026), harga tembakau yang masuk gudang PT Djarum di Pringsurat, menyentuh Rp107 ribu per kilogram.

 Itu merupakan harga tertinggi untuk grade D dengan kualitas bagus sepanjang musim panen ini. Artinya, tidak semua tembakau yang masuk otomatis mendapatkan harga tersebut.

Baca Juga: DPRD Temanggung Soroti Mekanisme Grading Tembakau Djarum

Untuk grade lainnya di gudang tembakau ini, seperti grade C harga tertinggi berada di angka Rp 87.500. Lalu grade B Rp 63 ribu dan grade A Rp 50 ribu.

Hugiono menyebut, penilaian dilakukan oleh grader berdasarkan karakter dan kualitas tembakau. Karena itu, kondisi tembakau yang dibawa petani maupun pedagang menjadi faktor penting dalam menentukan nilai jual.

“Tembakau tahun ini memang bagus kualitasnya. Djarum menargetkan pembelian hingga 5.000 ton,” tambah Hugiono.

Hugiono mengatakan, target itu bukan batas mutlak. Apabila tembakau yang tersedia masih memenuhi standar dan kondisi harga mendukung, jumlah pembelian dapat berkembang. "Kalau harganya masih bagus kemungkinan masih bisa menyerap lagi," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan, mengatakan, harga tembakau memang memiliki rentang yang berbeda sesuai grade. Untuk grade D, harga berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp107 ribu per kilogram.

"Harga Rp107 ribu itu memang perlakuan khusus. Ini hanya para grader yang bisa menilai itu harga D tertinggi," ujarnya.

Menurut Agus, harga tembakau tidak bisa dilihat secara sederhana. Lantaran terdapat unsur penilaian terhadap kualitas dan karakter.

Selain itu, standar yang digunakan masing-masing pabrikan juga berbeda.

Makanya, bupati meminta petani dan pedagang memahami persyaratan dari pabrikan yang menjadi tujuan penjualan tembakau.

 "Yang penting semangat. Karena masing-masing pabrikan perlakuannya tidak sama," katanya.

Agus menyebut, salah satu persyaratan yang menjadi perhatian PT Djarum, yakni tembakau varietas Jawa dengan kadar gula nol. Ketentuan itu menjadi karakteristik bahan baku yang dibutuhkan pabrikan.

"Yang Djarum permintaannya tetap gulanya nol dan itu varietasnya Jawa. Itu yang pasti akan diakomodasi oleh pabrik ini," jelas Agus.

Di tengah pembelian yang berlangsung, serapan PT Djarum terhadap tembakau Temanggung telah mencapai lebih dari 1.500 ton. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah. Itu karena target awal pembelian tahun ini mencapai 5.000 ton.

Agus berharap, kondisi pembelian tembakau tahun ini tetap kondusif. Ia juga meminta tidak ada perubahan regulasi cukai yang dapat menambah tekanan terhadap mata rantai pertembakauan di daerah. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
grade D pt djarum kualitas petani harga tembakau