RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Menyambut bulan Ramadan, puluhan siswa, guru, dan orang tua RA Masyithoh 1 Parakan, mengarak gunungan hasil bumi mengelilingi Kota Parakan.
Kegiatan ini menjadi puncak acara grebeg budaya bertajuk Merawat Tradisi, Menebar Manfaat Menuju Generasi Berlian Berakhlak Mulia.
Gunungan berisi sayuran, hasil bumi, dan jajanan tradisional, diarak dengan penuh antusias oleh para siswa yang mengenakan busana adat.
Setelah kirab, gunungan didoakan bersama sebagai bentuk rasa syukur.
Kemudian dibagikan kepada wali murid dan masyarakat sekitar.
Ketua Pengurus Yayasan RA Masyithoh 1 Parakan, Air Titik Wardhani, mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya mengenalkan seni dan budaya tradisional kepada anak sejak usia dini.
“Ini penting untuk mengenalkan seni dan budaya pada anak sedini mungkin sebagai salah satu upaya membentuk karakter anak.
Dengan begitu kepribadian dan karakter kita sebagai bangsa Indonesia akan tumbuh,” katanya, kemarin.
Menurutnya, kirab budaya tidak hanya menjadi sarana edukasi.
Melainkan bentuk syukur atas perjalanan sekolah yang telah berdiri selama 60 tahun.
Terlebih, sekolah ini mencetak berbagai prestasi, baik akademik maupun non-akademik.
Selain kirab, anak-anak juga mengikuti berbagai kegiatan budaya, seperti tari tradisional dan mengenal makanan khas daerah.
Suasana penuh kegembiraan terlihat saat para siswa berinteraksi langsung dengan berbagai simbol tradisi Jawa.
Air Titik menambahkan, pengenalan budaya sejak dini penting untuk menjaga identitas bangsa di tengah derasnya pengaruh budaya luar.
“Kami ingin menanamkan rasa cinta budaya Jawa, nguri-uri budaya, agar kebiasaan baik dan sopan santun tetap lestari,” ujarnya.
Sementara Wakil Bupati Temanggung drg Nadia Muna berharap, kegiatan ini dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter siswa.
Itu sekaligus menumbuhkan rasa bangga anak-anak terhadap budaya sendiri agar tetap terjaga hingga masa depan.
"Kami terus mendukung program-program positif di sekolah. Termasuk kirab budaya ini yang menjadi bagian dari pendidikan karakter untuk siswa," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo