RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Rencana pembukaan jalur pendakian baru Gunung Prau via Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, mulai dimatangkan.
Tak sekadar menyiapkan akses jalan, kelestarian ekosistem menjadi fokus utama agar jalur ini nantinya hadir dengan wajah yang asri dan hijau.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui aksi reboisasi dengan menanam 500 bibit pohon di petak 7 wilayah Perhutani KPH Kedu Utara, Desa Campurejo.
Sekretaris Desa Campurejo, Haida Sofa, menegaskan, penghijauan ini menjadi fondasi penting sebelum wisatawan atau pendaki resmi melintas. Ia ingin jalur Campurejo dikenal luas karena keasrian hutannya.
"Penanaman ini menyasar area hutan yang tegakannya mulai jarang. Kita ingin mengembalikan kerimbunan lereng Prau. Intinya, kita siapkan alamnya dulu agar tetap hijau dan asri sebelum jalur benar-benar dibuka," ujarnya.
Bibit yang ditanam meliputi pohon puspa untuk fungsi konservasi. Kemudian tanaman produktif (multi purpose tree species) seperti alpukat, jambu, dan kopi.
Pemilihan jenis produktif ini agar warga lokal bisa memetik manfaat ekonomi jangka panjang dari hasil bumi tersebut.
"Kami terinspirasi langkah Pak Bupati yang gencar mengingatkan soal kelestarian alam. Beliau berpesan bahwa berdamai dengan alam sama pentingnya dengan menjaga harmoni antarmanusia," lanjut Haida.
Haida berharap, 500 bibit yang ditanam ini tidak hanya sekadar ditancapkan, tetapi tumbuh besar untuk menyambut para pendaki di masa depan.
"Sehingga vegetasi yang rusak kembali pulih dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar hutan," harapnya.
Aksi penghijauan ini dipimpin Administratur/KKPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, dengan melibatkan sekitar 250 warga. Kegiatan juga diikuti oleh relawan basecamp Campurejo dan Wates, LMDH Safinah Rimba Abadi, serta jajaran TNI-Polri. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo