Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Mancing Ikan Sendirian, Bocah SD Tewas Terseret Arus Sungai Begaluh Wonosobo

Sigit Rahmanto • Senin, 19 Januari 2026 | 11:02 WIB
Lokasi bocah yang ditemukan meninggal di Sungai Begaluh perbatasan Kalikajar dan Kertek.
Lokasi bocah yang ditemukan meninggal di Sungai Begaluh perbatasan Kalikajar dan Kertek.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Tragedi memilukan terjadi di Sungai Begaluh, wilayah perbatasan Kecamatan Kalikajar dan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Anak laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan hanyut dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (17/1/2026).

Korban bernama Rakha Yusuf Anugrah, warga Dusun Ngabean, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar. Korban diduga terseret arus sungai saat beraktivitas seorang diri.

Kasubsi Penmas Sie Humas Polres Wonosobo Aipda Nanang D.P. Wibowo saat dikonfirmasi Minggu (18/1/2026) menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan ke Polsek Kalikajar pukul 13.30.

Petugas gabungan dari Polsek Kalikajar dan Polsek Kertek langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Lokasi Sungai Begaluh berada di wilayah perbatasan dua kecamatan, sehingga petugas dari Polsek Kalikajar berkoordinasi dengan Polsek Kertek untuk pengecekan TKP,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban keluar rumah sekitar pukul 10.30. Korban diketahui memiliki kebiasaan mencari ikan di sungai.

Namun hingga pukul 12.00, korban tidak kunjung pulang, sehingga warga melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Begaluh.

Sekitar pukul 12.30, warga menemukan korban dalam kondisi hanyut. Korban  dievakuasi oleh warga dan dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Namun setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diagnosis dokter murni tenggelam, dan korban diperkirakan telah meninggal sekitar satu jam sebelum tiba di rumah sakit,” jelas Nanang.

Dari keterangan keluarga, korban memiliki keterbelakangan mental. Pihak keluarga juga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi.

Penolakan tersebut diperkuat dengan surat pernyataan dan keluarga tidak menuntut proses hukum kepada pihak manapun.

Jenazah korban diserahkan kepada  keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian juga mengingatkan bagi masyarakat agar lebih waspada, khususnya terhadap aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai yang berisiko tinggi, terlebih saat debit air tidak stabil. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#kertek #Kalikajar #Sungai Begaluh #hanyut #Polres Wonosobo