Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kasus Cikungunya di Temanggung Naik Jadi 9 Kasus, Dinkes Imbau Gencarkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Devi Khofifatur Rizqi • Senin, 18 Agustus 2025 | 22:10 WIB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Temanggung, dr Sarjana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Temanggung, dr Sarjana.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung mencatat adanya peningkatan kasus penyakit cikungunya pada tahun 2025. Hingga Agustus, sudah ada sembilan kasus yang ditemukan di tiga kecamatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Temanggung, dr Sarjana, menjelaskan, kasus cikungunya tahun lalu relatif sedikit, namun tahun ini meningkat. 

“Mulai Januari sudah ada sembilan kasus, masing-masing tiga kasus di Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, dan Parakan,” jelasnya, Senin (18/8).

Sarjana menerangkan, penyebaran cikungunya mirip dengan demam berdarah (DB) yaitu melalui gigitan nyamuk aedes.

Bedanya, nyamuk penyebab DB bisa hidup di dalam maupun luar rumah. Sementara nyamuk penyebab cikungunya cenderung hidup di luar ruangan.

Meski demikian, ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada kasus kematian akibat cikungunya. "DB juga dalam kondisi aman, termasuk di Jawa Tengah tahun ini relatif terkendali karena cuaca cukup mendukung,” tambahnya.

Gejala awal cikungunya mirip dengan DB, yakni demam dan muncul bintik merah. Namun yang membedakan, terdapat nyeri sendi hebat, terutama pada bagian tungkai, yang membuat penderita kesulitan berjalan.

"Cikungunya bisa sembuh dengan sendirinya melalui perbaikan kondisi tubuh, asupan gizi, dan konsumsi makanan yang sehat,” katanya.

Sarjana menekankan, pencegahan yang paling efektif bukanlah fogging, melainkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Menurutnya, yang harus diberantas adalah telur dan larva nyamuk.

"Karena justru itu yang cepat berkembang biak dan berpotensi menimbulkan penyakit. Maka gerakan PSN harus terus digalakkan,” tegasnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#cikungunya #Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung #PSN #db 2023 #nyamuk #kasus #sarjana