Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pemuda Jumo Nekat Gantung Diri

Devi Khofifatur Rizqi • Senin, 11 Agustus 2025 | 22:24 WIB
Ilustrasi  gantung diri yang dilakukan warga Kecamatan Jumo Temanggung.
Ilustrasi gantung diri yang dilakukan warga Kecamatan Jumo Temanggung.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Seorang pemuda di Desa Karangtejo, Kecamatan Jumo, Temanggung, nekat gantung diri dan mengakhiri hidupnya. Diduga, pemuda 23 tahun berinisial JBS itu putus asa karena sering sakit-sakitan.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (10/8/2025). Jenazah kali pertama ditemukan sekitar pukul 06.36 oleh teman korban Aura Cita, 18, warga Candiroto.

Saat itu, saksi menemukan korban JBS dalam kondisi tergantung dengan tali mengunakan celana jeans.

Melihat kejadian itu, saksi berteriak meminta tolong hingga terdengar oleh Kristinah, 53, bibi korban. Selanjutnya, Kristinah menghubungi ibu korban yang sedang beribadah. 

Lalu meminta bantuan warga sekitar dan melapor kepada Tri Mulyanti, bidan desa setempat. Laporan segera diteruskan ke Polsek Jumo.

Peristiwa itu dibenarkan Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Didik Tri Wibowo, saat dikonfirmasi Senin (11/8/2025)."Iya benar. Kejadiannya kemarin," ujarnya dalam pesan WhatsApp.

Kasatreskrim menjelaskan, dari keterangan para saksi, korban sebelumnya pernah melakukan percobaan bunuh diri pada 1 Agustus 2025 dengan menenggak obat-obatan hingga overdosis.

Bahkan, korban sempat dirawat di RSK Parakan.  Selain itu, korban juga diketahui kerap mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada keluarga.

"Dari hasil penyelidikan, diduga korban ini putus asa karena sakit-sakitan," jelasnya.

Sebelum peristiwa tragis ini, korban sempat meminta uang kepada ibunya sebesar Rp 500.000 untuk refreshing pada pukul 03.30 dini hari. Namun, ibu korban belum sempat memberikan uang tersebut.

Selanjutnya, tim kesehatan dan kepolisian melakukan identifikasi terhadap jenazah korban. Usai diperiksa, jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman.

"Jenazah sudah diserahkan keluarga, setelah tim identifikasi dan tim kesehatan mengecek kondisi korban dan cek TKP," tambah Didik.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi mental keluarga dan lingkungan sekitar.

Serta segera mencari bantuan profesional jika ada tanda-tanda depresi terhadap keluarga maupun warga di lingkungan sekitar. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#gantung diri #Sakit-sakitan #Kecamatan Jumo