Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kabar Gembira bagi Petani Tembakau Temanggung! Djarum Siap Serap 6.000 Ton Tembakau, Harga Awal Buka Keranjang Capai Rp 70 Ribu

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 8 Agustus 2025 | 00:30 WIB
Bupati Temanggung Agus Setyawan bersama perwakilan PT Djarum Arif Raharja saat mengecek tembakau petani.
Bupati Temanggung Agus Setyawan bersama perwakilan PT Djarum Arif Raharja saat mengecek tembakau petani.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - PT Djarum dipastikan kembali menyerap tembakau dari petani Temanggung pada musim panen 2025 ini. Rencananya, akan membeli 6.000 ton tembakau. Pembukaan pembelian resmi, diperkirakan pada 12 Agustus.

Perwakilan pembelian tembakau PT Djarum, Arif Raharja, menjelaskan, harga tembakau tahun ini belum bisa diumumkan secara resmi.

Namun, dari pembukaan awal atau buka keranjang di Gudang Tembakau Djarum OKT, Bendan, Temanggung, tembakau dengan kualitas kelas B+ berada di kisaran harga Rp 60.000 per kilogram dan kelas C- antara Rp 70.000 hingga Rp 75.000 per kilogram.

“Tadi sudah buka keranjang dan ditumplek itu. Saya lihat kualitasnya cukup baik dengan harga Rp70 ribu, lalu ada yang dua terbaik di harga Rp 65 ribu per kilogram.

Tapi ada beberapa tembakau dari petani yang belum masuk standar karena masih terindikasi mengandung gula,” jelasnya, Kamis (7/8/2025).

Arif mengatakan, kondisi cuaca kemarau basah tahun ini menjadi tantangan bagi para petani. Meski demikian, hasil panen awal menunjukkan kualitas cukup baik, asalkan sesuai dengan permintaan pabrikan.

“Standar dari Djarum itu tembakau kering, nol gula, dan berasal dari bibit tembakau jawa. Itu yang harus dipenuhi petani agar bisa diterima di pabrikan," ujarnya usai syukuran awal musim pembelian tembakau. 

Jika ditemukan tembakau dengan kandungan gula, lanjut Arif, PT Djarum akan menolak pembelian. Pasalnya, pabrik akan tetap menjaga kualitas produksi. Selain itu, Arif menyebut, tahun ini sistem kemasan tembakau masih menggunakan keranjang.

Meski saat ini, pabrik Djarum tengah melakukan uji coba kemasan alternatif untuk beberapa petani mitra terpilih. Keunggulan dari kemasan baru tersebut, menjadi efisiensi biaya bagi para petani karena keranjang dipinjamkan dari pabrik.

"Keunggulan kemasan prototype itu, kan kemasan dipinjami dari pabrik jadi petani tidak perlu membeli keranjang . Sudah penghematan sekitar Rp 100 ribuan bagi petani," tambah Arif.

 Baca Juga: Enam Pabrik Rokok akan Beli Tembakau Temanggung, Syaratnya : Harus Berkualitas, Kering Tanpa Campuran, Salah Satunya PT Djarum

Sementara, Bupati Temanggung, Agus Setyawan menyambut positif komitmen PT Djarum dalam menyerap tembakau lokal. Ia berharap, seluruh petani dan pedagang mematuhi standar pabrikan demi menjaga kualitas tembakau Temanggung.

“Kepastian pembelian dari Djarum sudah di depan mata. Harapannya semua bisa terserap dengan harga yang kompetitif dan menguntungkan bagi petani juga pabrikan,” katanya.

Agus menyebut, selain PT Djarum, ada sekitar 8 pabrikan yang akan menyerap tembakau di Kabupaten Temanggung seperti pabrik rokok Sukun, Prau Layar, Gajah Baru, dan Wismilak. Sementara pabrik lainnya masih proses menunggu komunikasi.

Menurutnya, jika kualitas tembakau dijaga sesuai standar, maka ke depan Temanggung akan tetap menjadi andalan dalam industri tembakau nasional.

"Harapan saya, mari kita perbaiki kualitas tembakau kita, seperti apa yang dianjurkan oleh pabrikan. Sehingga seluruh hasil panenan musim ini dapat terserap secara maksimal,” tandasnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Bupati Temanggung Agus Setyawan #pt djarum #pembelian tembakau #tembakau Temanggung