RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Kecelakaan beruntun terjadi di ruas Jalan Raya Bulu–Temanggung, tepatnya di wilayah Manding, Rabu malam (6/8/2025) pukul 20.00.
Peristiwa ini memakan korban jiwa seorang pengendara motor bernama Yohana Yudit Wulandari (YYW), warga Kedu, Temanggung.
Korban meninggal di lokasi kejadian setelah motor yang dikendarainya terlibat dalam dua tabrakan beruntun. Yakni dengan dua kendaraan roda empat dari arah berbeda.
Kasatlantas Polres Temanggung, AKP Tri Afandi, menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi AA 2286 LY, berboncengan dengan anaknya, melaju dari arah Bulu menuju Temanggung.
Ketika itu, korban hendak berbelok ke kanan menuju sebuah minimarket di Manding. Namun, dari arah belakang datang mobil Honda Brio dengan nomor polisi H 1356 IS yang dikemudikan David Tjahya Sugihartono.
"Karena jarak yang terlalu dekat, mobil tersebut menabrak bagian belakang sepeda motor," ujar AKP Tri Afandi, Kamis (7/8/2025).
Benturan keras tersebut menyebabkan korban terpental ke badan jalan sebelah kanan. Naasnya, dari arah berlawanan melaju mobil Mitsubishi Light Truck bernomor polisi K 8601 HS yang dikemudikan Triyono Febriyanto. Truk tersebut langsung menabrak tubuh korban yang tergeletak di jalan.
"Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan badannya, dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara anak korban, mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Temanggung," jelas kasatlantas.
Pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian memintai keterangan para saksi, serta mengamankan barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Pada jam yang sama terjadi kecelakaan di Jalan Raya Bengkal, dekat SPBU Kranggan, pada Rabu malam (6/8/2025). Kejadian itu melibatkan kendaraan sepeda motor yang diduga adu banteng. Diketahui korban mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kasus tersebut dalam penanganan Satlantas Polres Temanggung. Polisi juga mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat hendak berbelok atau mendahului kendaraan lain, demi menghindari kecelakaan fatal seperti ini. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo