Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pemkab Temanggung Keroyokan Turunkan Kasus Stunting: Tahun 2024 Prevalensinya Meningkat Dibandingkan 2023

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 3 Juli 2025 | 00:39 WIB
Penandatanganan komitmen bersama lintas sektoral dalam menurunkan kasus stunting di Temanggung, Rabu (2/7/2025).
Penandatanganan komitmen bersama lintas sektoral dalam menurunkan kasus stunting di Temanggung, Rabu (2/7/2025).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung berupaya serius dalam menurunkan kasus stunting.

Prevalensi kasus stunting di Kabupaten Temanggung mengalami kenaikan 2,2 persen. Dari tahun 2023 angkanya 25,1 persen, tahun 2024 menjadi 27,3 persen.

Hal tersebut menjadi perhatian serius karena posisi Temanggung menjadi peringkat 1 sebagai daerah dengan kasus stunting tertinggi di Jawa Tengah.

"Makanya kami keroyokan lintas sektor lewat Rembug Stunting. Agar ada solusi konkret supaya kasus stunting di Temanggung bisa turun," ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Temanggung, Gema Artisti Wahyudi, Rabu (2/7/2025).

Gema menjelaskan, rembug stunting menjadi komitmen lintas sektoral dalam penanganan dan pencegahan kasus stunting. Termasuk akan dilanjutkan program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak stunting.

"Diharapkan upaya ini bisa efektif agar Temanggung zero stunting," jelasnya usai kegiatan Rembug Stunting di Graha Bhumi Phala.

Sementara Ketua DPRD Temanggung, Yunianto mengatakan, tingginya kasus stunting di Temanggung harus dilakukan keroyokan dalam penanganannya.

Pihaknya juga mendukung komitmen ini untuk memberantas kasus stunting. Pasalnya, pencegahan dan penurunan stunting tidak bisa dilakukan satu OPD. Melainkan harus kolaborasi lintas sektor.

"Kenaikan prevalensi tidak hanya di Temanggung. Pemicu yang bikin naik itu utamanya pola asuh orang tua," katanya.

Yunianto mencontohkan, pemicu tingginya kasus stunting di Temanggung karena pemberian makan kepada anak yang tidak seimbang gizinya. Termasuk, ada orang tua yang memberikan makanan kepada anak tidak sesuai umur.

"Misalnya orang tua yang berkecukupan tapi saat didatangi untuk intervensi mereka tertutup. Bahkan ada perlakuan orang tua yang memberikan jajanan rendah gizi," ujarnya.

Yunianto berharap, dengan komitmen ini terwujud kolaborasi dalam upaya menurunkan stunting di Temanggung. Sehingga Kota Tembakau bisa zero stunting. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#Keroyokan #yunianto #Gema Artisti Wahyudi #Prevalensi #stunting #Lintas Sektor