Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Hadapi Kekeringan, BPBD Temanggung Siapkan 50 Tangki Air Bersih

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 6 Mei 2025 | 03:22 WIB
Kalak BPBD Temanggung Totok Nursetyanto bersama personel melakukan pengecekan alat-alat penanganan bencana.
Kalak BPBD Temanggung Totok Nursetyanto bersama personel melakukan pengecekan alat-alat penanganan bencana.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung antisipasi kebakaran di kawasan hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan pada musim kemarau tahun 2025.

Berdasarkan informasi dari BMKG dan surat edaran dari Pemprov Jawa Tengah,  sejumlah wilayah di Jateng khususnya di Temanggung agar mewaspadai bencana karhutla dan kekeringan.

Karena itu, BPBD Temanggung melakukan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprakirakan mulai bulan Mei ini. 

"Kami telah melakukan rapat koordinasi dengan beberapa OPD dan pihak Perhutani dalam menghadapi dampak maupun bencana di musim kemarau. Seperti kebakaran hutan dan lahan, serta kekeringan," jelas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Temanggung Totok Nursetyanto saat ditemui Senin (5/5/2025).

Totok menyebut, titik-titik potensi karhutla di Kabupaten Temanggung cenderung melanda kawasan Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau. 

Selain itu, terdapat sejumlah kecamatan yang juga berpotensi mengalami kekeringan. Seperti Kecamatan Pringsurat, Bulu, Kandangan, hingga Kaloran. 

Kendati begitu, BPBD Temanggung telah memetakan titik-titik yang rawan kekeringan.

"Untuk titik kekeringan di tahun kemarin, ada 12 sampai 14 kecamatan. Di daerah tersebut pada musim kemarau debit mata air menurun," katanya.

Terkait kekeringan itu, untuk saat ini BPBD Temanggung menyiapkan 50 tangki manakala dibutuhkan untuk dropping air bagi warga setempat.

"Untuk droping air kami siapkan. Sementara memang 50 tangki dan jika kebutuhannya banyak bisa bertambah," terang Totok.

Dalam antisipasi maupun penanganan karhutla, BPBD telah melakukan koordinasi dengan pihak Perhutani.

Termasuk kesiapan personel gabungan. Pihaknya juga sudah menyiapkan pompa air jika terjadi kebakaran.

"Ada pompa besar 5 buah, pompa kecil ada 10 buah. Kemudian selang air yang dimiliki panjang 9 kilometer. Jadi semua alat itu sangat memadai untuk pemadaman kebakaran," ujar Totok.

Menghadapi musim kemarau, Totok mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Yakni bisa menyimpan cadangan air maupun penanganan lebih dini agar tidak terjadi kekeringan.

"Kami imbau agar masyarakat bisa menyimpan cadangan air. Namun jika memang mengalami kekeringan dan sumber mata air benar-benar kering bisa menghubungi untuk dropping," tandasnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#kekeringan #air bersih #bmkg #kemarau #BPBD Temanggung #totok nursetyanto