RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyelenggarakan kegiatan Pembelajaran Inovasi dan Penandatanganan Komitmen Replikasi di Lingkungan Kementerian Sosial.
Pembukaan kegiatan ini dilakukan oleh Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kementerian PANRB Ajib Rakhmawanto di Sentra Terpadu Kartini di Temanggung Rabu (6/3/2024).
Ajib menjelaskan, Kemensos selalu aktif mengirimkan berbagai inovasi terbaiknya untuk bersaing dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang digelar Kementerian PANRB.
Inovasi yang dikompetisikan oleh Kemensos pun selalu masuk dalam Top Inovasi 45 dan 99. Karenanya, Kementerian PANRB menjajaki inovasi-inovasi yang ada di Kemensos untuk dijadikan program replikasi dan scaling up di unit lainnya.
Menurut Ajib, inovasi yang ada tidak hanya berhenti di satu satker saja, tetapi bisa dikembangkan dan disebarluaskan di satker lainnya.
Salah satunya adalah inovasi Sheltered Workshop Peduli (SWP) yang dikembangkan oleh Sentra Terpadu Kartini Temanggung.
"Inovasi ini dinilai menarik oleh KemenpanRB karena menggunakan pendekatan partisipatif dengan memberdayakan penyandang disabilitas intelektual (PDI) untuk membuat produk Batik Ciprat, sehingga KemenpanRB mendorong SWP dengan produk Batik Ciprat bisa direplikasi di satker-satker lainnya karena berbagai sentra di Kemensos sudah multi layanan," katanya.
Kepala Sentra Terpadu Kartini Iyan Kusmandiana menjelaskan, SWP awalnya dirancang sebagai upaya untuk memberikan kesempatan kerja dan perlindungan bagi penyandang disabilitas intelektual.
Program ini melibatkan berbagai aktivitas seperti bimbingan, kegiatan sosial, dan pengembangan keterampilan untuk usaha ekonomi produktif.
"SWP memberikan jalur alternatif bagi penyandang disabilitas intelektual untuk tetap berkontribusi dalam masyarakat, dan mampu mandiri secara ekonomi," jelasnya.
Ketua SWP Rumah Kinasih Edi Cahyono yang ada di Kabupaten Blitar pada kesempatan tersebut menjelaskan tantangan dan bagaimana tetap berinovasi memajukan SWP Rumah Kinasih.
Edi menyampaikan, SWP Rumah Kinasih dengan batik cipratnya mampu menjangkau berbagai segmen pasar baik lokal maupun internasional.
Mereka memiliki outlet penjualan di Sarinah Dutyfree Bandara Internasional Ngurah Rai, dan Foxxyram Singapore.
"Omset kami mencapai Rp 75 juta-Rp 100 juta per bulan, kami mampu menggaji karyawan, membayar royalti serta memback-up BPjS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan mereka," katanya. (din/aro)
Editor : H. Arif Riyanto