Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Sambut Imlek, Anak-Anak Perbarui Diri dengan Basuh Kaki Orangtua

Figur Ronggo Wassalim • Selasa, 28 Januari 2025 | 06:27 WIB

 

Sejumlah anak dan istri mengikuti basuh kaki untuk orang tua dan suami di Gedung Rasa Dharma, Jalan Gang Pinggir, Pecinan Semarang, Senin (27/1/2025).
Sejumlah anak dan istri mengikuti basuh kaki untuk orang tua dan suami di Gedung Rasa Dharma, Jalan Gang Pinggir, Pecinan Semarang, Senin (27/1/2025).

RADARMAGELANG.ID, Semarang- Sejumlah orang mengikuti kegiatan basuh kaki orang tua di Gedung Rasa Dharma, Jalan Gang Pinggir, Pecinan Semarang Senin (27/1/2025).

Kegiatan ini dilakukan untuk menyambut Imlek 2576 Kongzili.

Setidaknya, delapan orang tua termasuk suami dibasuh kakinya.

Dimulai dengan anak-anak dan istri melepas alas kaki para orang tua.

Setelah itu, dicuci kakinya, dan dibersihkan dengan handuk yang disiapkan.

Setelah kaki dibasuh, para anak dan istri memberikan teh kepada orang tua dan suaminya.

Mereka berpelukan, menyampaikan permintaan maaf, dan permohonan restu.

Isak tangis pecah saat basuh kaki.

Dian Widhiasto, misalnya. Pria 43 tahun asal Wonosari, Kampung Pelangi, Kelurahan Randusari, Semarang ini membasuh kaki ibunya, Winarni, 85.

"Ini merupakan kali kedua saya ikuti basuh kaki," tandasnya.

Menurutnya, basuh kaki merupakan wujud bakti anak kepada orang tua yang sangat berjasa untuk anaknya dari kecil hingga dewasa.

"Bagaimanapun anak tidak bisa membalas budi kepada orang tuanya," ujarnya.

Dian meminta maaf sekaligus berterima kasih kepada ibunya sudah mendidik, dan membesarkan hingga dewasa ini.

Ia berharap tradisi basuh kaki ini dilestarikan.

"Bukan hanya tradisi saja, ini wujud bakti kepada orang tua, ya," harapnya.

Sementara itu, Manager Office Boen Hian Tong Gedung Rasa Dharma Ws Ling Ling mengungkapkan, kegiatan basuh kaki orang tua yang rutin setiap tahun menjelang Imlek.

Diadakan bagi anak-orang tua, suami-istri, kakak-adik, atau bahkan nenek dengan cucu. 

"Itu semua bisa dan tidak memandang etnis, agama, semuanya bisa ikut ambil bagian di sini," jelasnya.

Basuh kaki dilakukan menjelang tahun baru Imlek.

Sebagai simbol untuk kehidupan baru.

"Nah untuk kehidupan baru itu, saat membasuh kaki ini lah kita menyelesaikan hal-hal yang masih terpendam. Buat anak-anak yang merasa punya salah kepada orang tua, mungkin suami yang punya salah kepada istri, sebaliknya," ujarnya.

Adapun basuh kaki dan pemberian teh, memiliki filosofi mendalam.

Anak ini juga melayani orang tua gitu.

"Karena selama ini mungkin di rumah mereka tidak pernah melayani orang tua, malah bahkan mungkin anak-anak ini yang minta minum, minta makan. Nah pada saat ini lah dia merasakan bahwa memberikan teh kepada orang tua berarti dia melayani orang tua gitu budayanya di sana," ujarnya.

Selain itu, orang tua kadang juga merasa salah kepada anaknya.

Sehingga, saat inilah saat yang baik untuk memperbarui diri agar di tahun ular kayu menjadi hal yang lebih ringan buat semuanya. 

Ia berharap, tahun ini menjadikan hidup lebih baik dan lebih damai.

"Karena ganjelan hati semua sudah bisa diselesaikan saat basuh kaki," harapnya. (fgr/ton)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Imlek #tahun baru china #Rasa Dharma #basuh kaki orang tua