Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kecewa Wajah Tak Sesuai Aplikasi MiChat, Eko Prasetyo Bunuh Perempuan Open BO di Hotel Johar Semarang

Haryanto • Selasa, 12 November 2024 | 06:33 WIB
Tersangka Eko Prasetyo dibantu polisi untuk berjalan gara-gara kakinya ditembak ketika kabur saat akan ditangkap.
Tersangka Eko Prasetyo dibantu polisi untuk berjalan gara-gara kakinya ditembak ketika kabur saat akan ditangkap.

RADARMAGELANG.ID, Semarang - Temuan mayat perempuan di bawah kolong kasur kamar nomor 24 Hotel Johar, Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah akhirnya terungkap.

Korban merupakan perempuan open BO (booking) yang diajak pelanggannya tak lain pelaku pembunuhnya.

Korban diketahui berinisial NJSU, 25, warga Candi Persil, Kaliwiru, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Sedangkan pelaku bernama Eko Prasetyo, 22, warga Dusun Kiringan Selatan, Desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

Pelaku berhasil diamankan di Terminal Boyolali oleh anggota gabungan dari Satreskrim Polrestabes Semarang dan Jatanras Polda Jateng, Minggu (10/11/2024) dinihari.

Atau tidak sampai 24 jam dari temuan mayat tersebut, Sabtu (9/11/2024).

"Kronologinya adalah tersangka ini melalui aplikasi MiChat, kemudian melakukan transaksi dengan seorang wanita. Kemudian seorang wanita hadir di kamar nomor 24 Hotel Johar ini," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat rilis di Mapolrestabes Semarang, Senin (11/11/2024).

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Perempuan Bertato Burung Hantu di Hotel Johar Semarang Dibekuk, Korban Dicekik, Diinjak-injak, dan Dibenturkan Tembok

Tersangka menginap di hotel tersebut sejak Selasa (5/11/2024).

Tersangka sebelumnya juga sempat kencan dua kali dengan perempuan lain, yang juga melalui aplikasi MiChat.

Open BO ketiga mempertemukan tersangka dengan korban.

Tersangka sempat komplain pada korban, karena kondisi fisik korban tidak sesuai dengan foto yang terpampang di akun MiChat.

Namun pada akhirnya tetap kencan hubungan badan.

Setelah 45 menit berhubungan badan dengan tersangka, korban ke kamar mandi.

Kemudian setelah keluar, korban mengeluarkan kata-kata yang membuat tersangka sakit hati.

"Nah, itu yang motifnya, sakit hati, kemudian yang bersangkutan, menyerang korban, mencekik sampai meninggal. Dan untuk mengelabui, kemudian korban itu disembunyikan di bawah tempat tidur," bebernya.

Tersangka telah mendekam di ruang tahanan Polrestabes Semarang untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 dan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Handphone milik korban diambil pelaku, termasuk kunci kamar hotel juga dibawa yang bersangkutan (pelaku)," katanya.

Saat dihadirkan di hadapan wartawan, Eko berjalan tertatih-tatih akibat luka tembak di kaki bagian kanan.

Tersangka berusaha kabur saat akan ditangkap.

"Iya, itu pas saya sedang di ngopi, di Terminal Boyolali," ungkap Eko.

Eko mengaku ke Kota Semarang lantaran kabur dari rumah lantaran sedang ada masalah dengan istrinya.

"Saya sudah berkeluarga, punya anak dua. Kerjaan saya jualan siomay di daerah Kaliwungu (Kabupaten Semarang)," bebernya.

Selama tidur di kamar hotel, tersangka melakukan tiga kali open BO dengan perempuan yang didapat dari aplikasi MiChat.

Yakni, pada Rabu (7/11/2024) pukul 02.00 dan pukul 18.00.

Kemudian, open BO yang ketiga dengan korban pada Kamis (7/11) sekitar pukul 15.30.

Namun saat korban datang, pelaku komplain karena tidak sesuai dengan foto wajah di aplikasi MiChat.

"Kalau harga di MiChat itu Rp 700 ribu, dealnya Rp 500 ribu. Awalnya saya sempat saya tolak, (korban) saya kasih Rp 100 ribu (cuma-cuma), tapi dia tetap nolak," ujarnya.

Setelah kurang lebih 45 menit melakukan hubungan badan dengan tersangka, korban masuk ke kamar mandi.

Rupanya, komplain tersebut dibalas oleh korban dengan perkataan yang membuat tersangka tersinggung.

"Saya sakit hati karena dia (korban) ngomong dengan nada tinggi. Kamu itu wong lanang lemu kok order-order MiChat mas-mas, rak penak-penake wong," katanya menirukan ucapan korban.

Merasa sakit hati, tersangka mengikuti korban yang keluar dari dalam kamar mandi, dan langsung menganiaya.

Awalnya, korban dipojokkan di tembok dan sempat berteriak minta tolong sebanyak 2 kali.

Lalu korban dijatuhkan ke bawah oleh tersangka dan dicekik.

"Saya dorong ke kamar mandi, saya cekik, hampir 5 menit. Setelah meninggal, saya pindahkan sekitar jam setengah 8 malam," jelasnya.

Setelah melakukan pembunuhan, tersangka masih di dalam kamar melihat TV dan merokok.

Hingga pada akhirnya, menemukan akal menyembunyikan korban ke kolong kasur sekitar pukul 20.00.

"Malam itu saya gak bisa tidur. Kalau mau saya taruh di kamar mandi, nanti resepsionisnya langsung tahu. Makanya saya langsung dorong pakai kaki ke bawah kasur itu," bebernya.

Setelah itu, tersangka keluar kamar pada esok paginya, Jumat (8/11) sekitar pukul 06.00.

Tersangka juga sempat menyampaikan keluar makan kepada resepsionis hotel.

Namun, pada akhirnya tidak makan melainkan kabur. (mha/ton)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Hotel Johar Semarang #open bo #polrestabes semarang #michat #pembunuhan