RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Kabupaten Temanggung kini punya destinasi wisata baru yang tengah menjadi perbincangan hangat wisatawan Jawa Tengah dan DIY. Adalah Kebun Craken Temanggung, yang resmi dibuka sejak 3 Januari 2026.
Destinasi ini hadir dengan konsep unik yakni memadukan wisata petik buah, kuliner, edukasi, feeding animal, dan rekreasi keluarga dalam satu kawasan seluas tiga hektare.
Berlokasi di Jalan Craken, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, wisata ini memiliki latar pemandangan Gunung Sindoro.
Kebun Craken juga menawarkan pengalaman berbeda dari wisata kebun pada umumnya. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati panorama alam, tetapi juga langsung memetik melon dari dalam greenhouse.
“Awalnya ini hanya hobi pemilik yang suka membuat taman. Sejak masa Covid 2020, beliau mulai mengembangkan taman di lahan ini. Lalu muncul ide untuk membuka wisata bersama warga,” kata Manager Kebun Craken Temanggung, Chrisna, kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Salah satu daya tarik utama Kebun Craken adalah wisata petik melon di dalam greenhouse. Setiap masa panen, ribuan buah melon disiapkan untuk wisatawan. Bahkan, saat grand opening, 2.500 buah melon habis dalam sehari.
Selain petik melon, pengunjung juga dapat menikmati aneka buah segar seperti lemon, hingga empat varietas melon di stan buah. Lalu ada kuliner khas Jawa di resto yang tersedia di dalam kawasan.
Tak hanya itu, disediakan pula oleh-oleh hasil produksi UMKM sekitar. Yakni jajan pasar legendaris sejak 1970-an, gorengan, hingga kopi robusta dan arabika khas Temanggung.
“Semua oleh-oleh kita ambil dari UMKM lokal. Kita bantu branding dan pemasarannya. Jadi wisata ini bukan hanya soal hiburan, tapi juga penggerak ekonomi warga,” jelas Chrisna.
Kebun Craken juga dirancang ramah keluarga. Anak-anak bisa menikmati wahana feeding animal dengan kelinci dan domba merino. Ke depan, pengunjung bisa menikmati taman bunga mawar.
"Kebun Craken juga menyiapkan wisata petik mawar, outbound edukatif, serta kebun sayur seperti cabai dan tomat untuk sarana pembelajaran. Jadi konsepnya memang untuk keluarga. Semua usia ada aktivitasnya. Ada edukasi, ada hiburan, ada kuliner,” ujar Chrisna.
Meski masih baru, antusiasme pengunjung sangat tinggi. Dalam satu hari, jumlah wisatawan bisa mencapai 1.400 orang, dengan rata-rata minimal 500 pengunjung.
Tak hanya dari Temanggung, pengunjung datang dari berbagai daerah seperti Semarang, Solo, Magelang, Jogja, Tegal, hingga Jakarta. “Ada yang dari Jakarta naik pesawat rombongan ke Semarang. Lalu langsung ke sini. Mereka betah seharian karena fasilitasnya lengkap,” ungkapnya.
Kebun Craken dilengkapi area parkir luas dengan kapasitas hingga 100 mobil. Kemudian, ada enam greenhouse, serta puluhan tenaga kerja yang diberdayakan dari warga sekitar, termasuk mahasiswa dan pelajar sebagai pekerja paruh waktu.
Untuk masuk, pengunjung cukup membayar Rp10.000. Wahana feeding animal dikenai tiket tambahan Rp10.000, sementara petik melon cukup membayar buah yang dipetik.
“Kami ingin Kebun Craken tumbuh bersama warga dan Temanggung. Bukan besar sendiri, tapi besar bersama,” tandas Chrisna. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo