Baru setahun berganti wajah dengan konsep art heritage, and vintage, pengelola Malang Plaza harus menelan pil pahit karena kebakaran.
Arianto, salah seorang saksi, mengatakan api sudah tampak membesar sejak pukul 00.00. Saat itu dia melihat banyak orang berlarian dari dalam gadung Malang Plaza sambil berteriak ada kebakaran.
Pria penjaga Hotel Santosa itu pun bergegas keluar, menengok ke arah bangunan mal yang lokasinya berdekatan dengan hotel tempat dia bekerja.
Ternyata api sudah sangat besar. Melalap sisi paling timur gedung pusat perbelanjaan yang beroperasi sejak 1985 itu.
[irp posts="350632" ]
”Orang-orang yang berlarian keluar mal itu para penjaga toko di dalam Malang Plaza. Mereka kerja shift malang dan sudah hendak menutup toko,” ujarnya.
Arianto juga sempat mendekat ke lokasi kebakaran. Dia melihat ke arah selatan bangunan yang diduga menjadi titik awal munculnya api.
”Lantai tiga bagian selatan yang terbakar itu tempat alat-alat untuk Bioskop (Mandala 21, red). Kemungkinan api muncul dari sana, kemudian merambat ke berbagai arah,” ungkap dia.
Sekitar pukul 01.12, mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi dan berusaha melakukan pemadaman.
Total ada 10 unit mobil damkar yang dikerahkan dari Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, dan PT Bentoel. Namun api tak kunjung mengecil.
Bahkan pada pukul 02.00, api merambat ke sisi timur dan membakar toko ponsel Alibaba. Nyala api semakin besar dan mengakibatkan beberapa material bangunan runtuh.
Sekitar pukul 03.00, api tampak menyala dari bagian tengah Malang Plaza. Kondisi semakin mencekam lantaran terdengar beberapa kali bunyi ledakan.
Kemungkinan berasal dari tabung gas Elpiji yang terbakar dan meledak. Sebab, ledakan itu diikuti semburan api berwarna biru. Bau karet atau kabel yang terbakar pun semakin menyengat.
Kobaran api tampak mengecil sekitar pukul 03.30. Petugas damkar terus melakukan pemadaman sisa titik api dan pembasahan di berbagai lokasi yang masih mengeluarkan asap.
Selama upaya pemadaman pagi itu, terhitung ada tiga petugas damkar dan satu relawan yang tumbang karena kekurangan oksigen. Namun mereka bisa ditangani di lokasi kejadian tanpa perlu dibawa ke rumah sakit.
”Sempat ada satu unit mobil pemadam kebakaran terjebak,” kata Wali Kota Malang Sutiaji yang datang ke lokasi kejadian.
Sutiaji juga sudah mendapat informasi bahwa kebakaran berasal dari percikan api yang ada di lantai tiga.
Mirip dengan keterangan yang disampaikan Arianto. Namun dia belum bisa memastikan apakah api berasal dari bioskop atau ruangan di depannya. ”Masih harus dipastikan lagi,” imbuhnya.
Kronologi dan Penanganan Kebakaran Malang Plaza
- Pukul 00.00, mulai tampak api dari sisi selatan bangunan atau Bisokop Mandala 21.
- Tim pemadam kebakaran mulai memadamkan api sekitar pukul 01.12.
- Pukul 02.00, api merembet ke sisi utara menuju Alibaba Store Malang pada pukul 02.00.
- Api sempat padam, namun kembali menyala di bagian tengah mal pada pukul 03.00.
- Tim damkar kembali melakukan upaya pemadaman dan pendinginan serta berjaga hingga pukul 13.00.
- Total ada 10 unit mobil damkar yang diterjunkan dari Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, dan PT Bentoel.
Polisi Catat 63 Toko Terdampak, Ada yang Rugi Rp 7 Miliar
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, total ada 63 toko yang terbakar.
Meliputi 36 toko di lantai 1, tiga toko di lantai 2, dan 24 toko di lantai paling atas. Namun jumlah itu masih bisa berubah jika ada perkembangan laporan terbaru.
”Kami juga segera membuat laporan model A untuk memulai penyelidikan penyebab kebakaran,” terangnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Prayitno menjelaskan, pemkot sudah membuka posko pengaduan untuk para pemilik usaha yang terdampak kebakaran Malang Plaza. Posko dibuka hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Sampai dengan pukul 12.00 kemarin, pihaknya mencatat ada 96 pemilik usaha yang melapor.
Kebanyakan adalah pemilik usaha atau penjaga gerai ponsel. Berdasar formulir online yang disebar, setiap orang mencatat kerugian antara Rp 6 juta hingga Rp 7 miliar.
”Kerugiannya beragam karena ada pemilik usaha yang memiliki lebih dari satu tenant. Selain itu, ada pemilik usaha yang menyimpan barang-barang di lemari besi. Sehingga belum bisa dihitung secara pasti mengenai total kerugian dan barang-barang yang rusak,” terangnya.
Nyaris Bakar Guest House
Api yang membakar Malang Plaza juga nyaris merembet ke Apple Guest House yang juga kerap disebut rumah kos.
Hal itu diungkapkan salah seorang penghuni kamar bernama Tama Yoga. Saat api mulai membesar, dia sedang beristirahat di kamarnya.
”Sekitar pukul 02.00, pintu kamar saya diketok oleh bapak kos. Kemudian saya diminta untuk keluar,” kata lelaki yang sudah tinggal di kos tersebut selama dua tahun.
Tama mengungkapkan, saat keluar kamar, rumah kos itu masih dalam kondisi aman. Sebagian bangunan sudah disemprot air oleh pemadam kebakaran untuk pembasahan.
Meski demikian, kendaraan milik para penghuni kos belum bisa diambil. ”Di sini ada sekitar 10 kamar. Saya tadi keluar bersama teman,” sambung dia. (mel/biy/fat)
Sekilas Tentang Malang Plaza
- Berdiri pada 11 Mei 1985 dan diresmikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur Wahono.
- Terdiri dari dua unit bangunan. Sisi barat sebagai bangunan utama, sebelah timur sebagai bangunan penunjang berbentuk rumah toko berlantai 3.
- Dulu merupakan pusat perbelanjaan produk fashion.
- Kini ditempati oleh kios-kios handphone dan perangkat elektronik.
- Tercatat sebagai mal di Kota Malang yang pertama kali dilengkapi eskalator.
Dampak Kebakaran
- Sebanyak 43 toko yang berada di tiga lantai hangus terbakar.
- Seluruh atap mal juga terbakar, menyisakan rangka dan sebagian atap seng.
- Hingga pukul 12.00 ada 96 korban yang datang ke posko pengaduan yang dibentuk Pemkot Malang.
- Dari formulir yang disebarkan, estimasi kerugian setiap orang antara Rp 6 juta – Rp 7 miliar.