RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Akulturasi budaya Jawa dan Buddha terlihat dalam kegiatan Tradisi Merti Karuna Bumi di Candi Pawon, Kabupaten Magelang. Umat Buddha dari berbagai negara yang berasal dari Majelis Umat Nyingma, Sangha Tantrayana, melakukan pembersihan diri di sendang tidak jauh dari Candi Pawon.
Ritual pembersihan diri ini merupakan rangkaian dari Merti Karuna Bumi. Sebelum prosesi, para umat Buddha dan masyarakat berkumpul di Candi Pawon. Selanjutnya mereka jalan kaki menuju sendang tak jauh dari Candi Pawon. Di lokasi ini, pemimpin umat berdoa bersama lalu mengambil air dan dipercikkan kepada umat yang datang.
Ketua Panitia Kagyu Monlam Indonesia 2026 Lama Rama Santoso Liem menuturkan, kegiatan tradisi Merti Karuna Bumi ini merupakan kolaborasi antara budaya Jawa dan Buddha dengan menggabungkan nilai-nilai agama Buddha dengan kearifan lokal masyarakat Jawa.
Dikatakan, tradisi ini memiliki makna sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Bumi. “Ini sebagai wujud terima kasih kita kepada Bumi di mana kita berpijak. Juga mendoakan seluruh makhluk yang ada di atas bumi ini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tradisi Merti Karuna Bumi ini, lanjut Lama Rama, pihaknya juga melakukan doa-doa dan penyucian diri menyambut perayaan Waisak. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto