RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Porserosi) Kabupaten Magelang menunjukkan ambisinya untuk mencetak atlet sepatu roda berprestasi di tingkat nasional.
Mereka tengah mengusulkan pembangunan fasilitas lintasan berstandar nasional di Kawasan Sport Center Deyangan.
Selain untuk mengasah kemampuan para atlet, fasilitas tersebut diproyeksikan untuk menyukseskan gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2030 mendatang. Kabupaten Magelang digadang menjadi tuan rumah pelaksanaan cabang lomba sepatu roda.
Ketua Porserosi Kabupaten Magelang Rani Purwanti mengatakan bahwa usulan tersebut merupakan keinginan lama dan perjuangan panjang yang terus disuarakan kepada Pemerintah Kabupaten Magelang. “Sudah saatnya Kabupaten Magelang memiliki lintasan sepatu roda berstandar,” tandas Rani—begitu akrab disapa, kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (18/5/2026).
Ucapan Rani itu beralasan. Iklim kompetisi sepatu roda di Kabupaten Magelang semakin terasa dengan semakin banyaknya jumlah atlet dan bertambahnya klub-klub yang menaungi mereka. Setidaknya, ada 6 klub sepatu roda yang rutin melaksanakan latihan. Klub tersebut meliputi Borobudur Inline Club, Gemilang Rollerskate Club, Magelang Speed Skating, Soepardi Skateboard, Butterfly Freestyle, dan Shield Roller Skating Magelang.
“Artinya, tren peminatan olahraga sepatu roda di Kabupaten Magelang semakin menggembirakan dan menunjukkan perkembangan yang positif,” ucapnya.
Karena belum adanya lintasan yang berstandar, para atlet berlatih di beberapa lokasi yang seadanya, dan di fasilitas umum. Ada yang menggunakan Stadion Gemilang, ruas jalan di kompleks Pemkab Magelang, gedung-gedung olahraga kelurahan, hingga halaman parkir kendaraan usai jam operasional tempat wisata tutup.
Meski begitu, para atlet sepatu roda Kabupaten Magelang mampu menunjukkan kualitas mereka di berbagai ajang lomba berskala regional hingga nasional.
“Banyak atlet muda Magelang mulai diperhitungkan, karena mereka mampu bersaing dan meraih medali di berbagai kejuaraan. Capaian itu menjadi bukti bahwa perkembangan prestasi di Magelang tidak stagnan, lahir dari semangat perjuangan dan pembinaan mandiri yang kuat,” imbuhnya.
Rani membuktikan ucapannya. Sebanyak tiga atlet Kabupaten Magelang bersinar pada kejuaraan tingkat nasional, seperti pada Kejuaraan Sepatu Roda Gunung Kidul Piala Bupati 2026. Atlet atas nama Kinan, Fara, dan Haidar berhasil membawa medali emas di berbagai nomor lomba.
Tidak hanya itu, empat atlet Kabupaten Magelang juga berhasil lolos seleksi dan mewakili Jawa Tengah pada ajang nasional, Piala Ibu Negara (PIN) 2024. Yang terbaru, tiga atlet atas nama MR Dabit Rakatana (speed), Dhesika Ristianingrum (speed), dan Chathryn Morissca (freestyle) lolos Porprov 2026 di Semarang. Rani menambahkan, Dhesika merupakan atlet potensial yang pernah meraih emas di Popda Jateng 2022, sementara Dabit meraih medali perak di kejuaraan yang sama.
“Ini menunjukkan bahwa kualitas atlet Magelang sudah mampu bersaing di level Jawa Tengah yang persaingannya cukup ketat,” ucapnya.
Deretan prestasi itu diraih tidak hanya pada kategori pemula, tetapi juga pada kelompok usia (KU), serta kategori speed maupun standar. Menegaskan bahwa pembinaan berjalan berjenjang dan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah, KONI, dan Porserosi Jawa Tengah mulai memberikan apresiasi, karena Kabupaten Magelang dinilai memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil atlet sepatu roda berprestasi,” tandasnya.
Rani menambahkan, peluang prestasi di cabang olahraga (cabor) sepatu roda masih sangat besar. Saat ini, olahraga sepatu roda sudah memiliki organisasi resmi dan rutin menyelenggarakan kejuaraan berjenjang, mulai tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Prestasi atlet sepatu roda juga dapat menjadi nilai tambah untuk jalur prestasi sekolah, beasiswa, maupun pembinaan atlet daerah.
Piagam prestasi yang diperhitungkan untuk sistem penerimaan murid baru (SPMB) biasanya berasal dari kejuaraan resmi yang masuk kalender Porserosi, KONI, dan Disparpora. Juga ditandatangani oleh pengurus organisasi olahraga resmi.
Dalam perjalannya, pembibitan atlet sepatu roda di Kabupaten Magelang tetap menghadapi kendala. Tantangan paling utama pada ketersediaan fasilitas latihan yang berstandar dan representatif. Karena itu, Porserosi Kabupaten Magelang mengusulkan pembangunan fasilitas lintasan sepatu roda berstandar nasional/internasional di kawasan strategis, dekat dengan aktivitas masyarakat.
Spesifikasi lintasan standar untuk speed skating dirancang menggunakan lintasan oval dengan permukaan khusus yang halus, rata, dan aman untuk kecepatan tinggi. Material lintasan yang dipilih memiliki daya cengkeram baik, serta meminimalkan risiko cidera atlet.
“Panjang lintasan yang kami usulkan berukuran 200 meter x 100 dengan lebar lintasan 6 meter, sehingga memadai untuk beberapa atlet bertanding secara bersamaan,” terang Rani sambil merinci panjang tikungan lintasan 30 meter dengan kemiringan 10-12 derajat.
Fasilitas tersebut dilengkapi dengan area pengaman di sisi lintasan, tribun penonton, ruang ganti, area pemanasan ruang ofisial/pelatih, hingga ruang medis dasar.
“Kita juga berharap, area tersebut bisa multifungsi untuk pembinaan atlet namun juga menjadi venue yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum, sekolah, komunitas, dan penyelenggaraan event daerah maupun nasional,” imbuhnya.
Rani berharap, Pemkab Magelang dapat merealisasikan kebutuhan pembinaan atlet sepatu roda. Ia optimitis, dengan fasilitas yang memadai, potensi atlet yang saat ini sudah terlihat berkembang akan semakin kompetitif di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pada dasarnya, pengusulan ini bukan sekadar pembangunan fisik lintasan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk pembinaan atlet, peningkatan prestasi daerah, serta pengembangan olahraga maupun sport tourism dan potensi masyarakat Kabupaten Magelang ke depan,” pungkasnya. (put)
Editor : H. Arif Riyanto