Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Jalan Salib, Siswa SD Kanisius Kenalan Boorbudur Magelang Susuri Perbukitan Menoreh Sepanjang 4 Km

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Senin, 30 Maret 2026 | 21:46 WIB
Salah satu siswa SD Kanisius Kenalan menopang salib dalam prosesi Jalan Salib menyusuri perbukitan Menoreh, Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (30/3). (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)
Salah satu siswa SD Kanisius Kenalan menopang salib dalam prosesi Jalan Salib menyusuri perbukitan Menoreh, Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (30/3). (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, MungkidSejumlah siswa SD Kanisius Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang tampak antusias mengikuti prosesi Jalan Salib menyusuri perbukitan Menoreh, Senin (30/3/2026). Prosesi Jalan Salib ini merupakan rangkaian menyambut Hari Raya Paskah.  Prosesi Jalan Salib sarat makna ini tidak hanya melakukan prosesi doa. Para siswa juga mengusung misi lingkungan dengan mengarak gunungan hasil bumi.

Kepala SD Kanisius Kenalan Yosef Onesimus Maryono mengatakan, kegiatan bertajuk Jalan Salib Pemerdekaan ini merupakan simbol kepedulian terhadap bumi yang kian terbebani. “Air, tanah, terlebih pangan, saat ini kita punya tantangan untuk bagaimana ketersediaan pangan. Terlebih untuk kami yang ada di pedesaan," jelas Maryono di sela kegiatan.

Langkah kaki puluhan siswa ini memecah kesunyian jalur Belik Kayen hingga Watu Putih, Kecamatan Borobudur. Sambil memikul salib kayu, mereka menempuh rute sepanjang 4 km di tengah panorama alam perbukitan Menoreh yang asri.

Maryono menjelaskan, kegiatan ini adalah perjalanan iman sekaligus ajakan untuk menjadi pembela kehidupan. Pihaknya ingin anak-anak sadar bahwa bumi saat ini sedang memikul salibnya sendiri akibat ulah manusia. "Ini juga untuk menyiapkan mereka hidup ke depan harus mempunyai kesadaran dan keterampilan. Kesadaran ini yang harus dibangun untuk peduli akan sumber hidup di sekitar kita. Momentum Paskah ini kami gunakan sebagai bentuk pembelajaran," bebernya.

Sepanjang rute, terdapat 14 perhentian yang melambangkan kisah sengsara Yesus Kristus. Di setiap titik, para siswa berhenti sejenak untuk berdoa dan merenung di hadapan foto Yesus. Mereka memanjatkan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi sesama dan alam semesta.

Maryono menambahkan, gunungan hasil bumi menjadi pengingat akan kasih Tuhan melalui kesuburan tanah. Melalui aksi ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan ekologis untuk menjaga kelestarian lingkungan di masa depan.

Salah satu siswa kelas V Billy Agung Dwi Saputro mengaku senang mengikuti kegiatan Jalan Salib Pemerdekaan ini. Karena selain menghayati perjalanan, dirinya juga mendapat pengalaman tersendiri. Rute yang dilewati, menurut Billy, penuh tanjakan. Beberapa di antaranya berbatu licin di antara pohon besar dan sejuk. Selain butuh kekompakan, untuk mengusung gunungan, para siswa juga harus bergantian membawa salib. "Ya, lumayan susah juga. Saya merasa senang, karena saya tahu bahwa alam itu penting bagi kehidupan. Karena untuk masa depan besok," ujar Billy. (rfk/aro)



Editor : H. Arif Riyanto
#Perbukitan Menoreh #borobudur #jalan salib #Kabupaten Magelang #paskah