
RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Tingginya persoalan kesehatan mata, membuat Wonosobo dipilih menjadi salah satu percontohan program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE).
Program yang berlangsung lima tahun tersebut didukung Australia Aid, dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem layanan kesehatan mata yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
"Hari ini (kemarin, Red) kita menandatangani MoU antara Pemerintah Kabupaten dengan Yayasan Satu Karsa Karya terkait penanganan kesehatan mata, yang selanjutnya ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Artinya Wonosobo diperhatikan, karena memang persoalan kesehatan mata di daerah ini masih cukup tinggi," ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat usai peluncuran program tersebut di Pendopo Selatan, Rabu (29/7/2026).
Bupati juga menegaskan kerja sama selama lima tahun tersebut akan menjangkau seluruh 265 desa dan kelurahan.
Termasuk satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs hingga sekolah luar biasa (SLB).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan, menjelaskan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2025, ditemukan indikasi gangguan penglihatan pada 8,2 persen anak usia 7—17 tahun, atau 7.474 anak dari 91.306 anak yang menjalani skrining.
Sementara pada kelompok usia 18 tahun ke atas, angka indikasi gangguan penglihatan mencapai 17,4 persen, atau 10.003 orang dari 57.579 masyarakat yang diperiksa.
Kondisi tersebut juga masih terlihat konsisten pada data semester I tahun 2026.



