RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Jelang libur panjang Lebaran, Polresta Magelang mulai memetakan sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan di Kabupaten Magelang.
Pasalnya, Kabupaten Magelang menjadi salah satu daerah yang akan menjadi titik lintas para pemudik.
Kasat Lantas Polresta Magelang Kompol Nyi Ayu Fitria Facha menyebutkan, titik paling krusial kemacetan, yakni di Payaman, karena ada bottleneck atau penyempitan jalan.
Selain itu, titik kemacetan lainnya ada di Simpang Tiga Armada (trouble spot), Ketep Pass (objek wisata), Muntilan (depan pasar sayur), Manglong, dan Candi Borobudur.
“Untuk di Simpang Artos kami sudah membuat rekayasa terbaru dan sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Magelang Kota. Nantinya untuk rekayasa lalinnya sistemnya delay dan mengurangi crossing,” jelasnya usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di halaman Mapolresta Magelang, Kamis (12/3/2026).
Ayu mengatakan, puncak arus mudik sesuai prediksi akan ada dua gelombang.
Yakni, dimulai 14, 15, sampai dengan 18, 19 Maret.
“Nanti kita melihat situasi jika diperlukan rekayasa, akan kita laksanakan. Kalau tidak, tetap berjalan normal,” terangnya.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar menyampaikan, pihaknya sudah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan, seperti di Muntilan, yakni Jalan Magelang-Jogjakarta meliputi ruas Jalan Tape Ketan sampai dengan Bambu Runcing (jalan satu arah).
Kemudian di Mungkid, meliputi Jalan Blondo sampai Mendut.
Berikutnya di Mertoyudan meliputi Jalan Magelang-Purworejo, yakni ruas Jalan Pakelan.
Sedangkan untuk pasar tumpah meliputi Pasar Payaman, Krasak, dan Muntilan (penyempitan jalan).
"Hasil evaluasi, maka kami tempatkan pos pengamanan maupun pos pelayanan," tambah Herbin.
Selain itu, pihaknya menyiapkan sejumlah banner rambu-rambu atau penunjuk jalan. Khususnya, di jalur-jalur rawan bencana, seperti tanah longsor maupun jalur rawan lainnya.
“Kami mengimbau para pengguna jalan untuk mempelajari sejumlah struktur maupun medan jalan, khususnya di jalur Magelang-Kopeng maupun jalan alternatif lainnya,” ujarnya.
Herbin mengatakan, untuk memperlancar arus mudik kali ini, pihaknya menyiapkan 675 personel Polresta Magelang.
Pengamanan juga melibatkan unsur TNI, Pemerintah Daerah, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.
“Kami dibantu teman-teman TNI, pemerintah daerah, Dishub, Satpol PP, BNPB, dan Basarnas. Jadi, semua unsur terlibat untuk memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan optimal,” tandasnya.
Untuk mendukung pengamanan, petugas menyiapkan tiga pos pengamanan, satu pos pelayanan, satu pos terpadu, satu sub-pos pengamanan, serta sembilan titik strong point.
Pos pengamanan ditempatkan di Artos, Muntilan, dan Secang.
Sedangkan pos pelayanan berada di kawasan Borobudur.
Selain itu, disiapkan pula pos terpadu di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang. Petugas juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk pasar tumpah, kawasan wisata, serta persimpangan jalan utama yang menjadi pertemuan arus kendaraan.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menambahkan, pihaknya sudah siap untuk menerima kehadiran para pemudik di wilayah Kabupaten Magelang.
Ia berharap, momentum mudik Lebaran juga dapat menjadi peluang bagi sektor pariwisata di Kabupaten Magelang.
Selain itu, kunjungan masyarakat diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah, terutama di sektor wisata dan perhotelan.
“Kami berharap momentum mudik ini menjadi semacam event wisata di Kabupaten Magelang, sehingga memberikan multiplier effect bagi sektor pariwisata, meningkatkan okupansi hotel, dan perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengingatkan para pemudik untuk mewaspadai kondisi cuaca.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga akhir Maret masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi disertai angin kencang. (rfk/aro)
Peta Jalur Mudik Lebaran Kabupaten Magelang
Titik Rawan Kemacetan
- Payaman, karena ada bottleneck atau penyempitan jalan
- Simpang Tiga Armada (trouble spot)
- Ketep Pass (objek wisata)
- Muntilan (depan pasar sayur)
- Manglong
- Candi Borobudur
Titik Rawan Kecelakaan
- Jalan Magelang-Jogjakarta ruas Jalan Tape Ketan-Bambu Runcing Muntilan
- Jalan Blondo sampai Mendut, Mungkid
- Jalan Magelang-Purworejo, ruas Jalan Pakelan Mertoyudan
Pasar Tumpah
- Pasar Payaman
- Pasar Krasak
- Pasar Muntilan (penyempitan jalan)
Sumber: Polresta Magelang
Editor : H. Arif Riyanto