RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Konstruksi bangunan yang sudah berumur dan rapuh ditambah kondisi cuaca hujan lebat, sebuah atap ruang kelas di SD Negeri Secang 3 roboh. Kejadian tersebut diketahui Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 18.15.
“Iya, bangunan ini sebenarnya sudah cukup lama kondisinya memprihatinkan dan sudah kita laporkan ke Dinas Pendidikan. Namun, belum sempat dibenahi, kemarin itu sudah roboh atap ruang kelas 3,” jelas Kepala SD Negeri Secang 3 Oktaviana saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang, Senin (3/11/2025) pagi.
Meski ada satu ruang kelas yang atap bangunannya roboh, proses pembelajaran tetap berjalan normal.
Namun untuk jam pembelajaran seluruh siswa pada Senin (3/11/2025) ini hanya sampai pukul 09.00.
Kata Oktaviana, hal ini dilakukan agar tim gabungan baik dari guru, kepolisian Polsek Secang dan sejumlah wali murid bisa fokus untuk kerja bakti membersihkan puing-puing tersebut.
Oktaviana menyampaikan, ruang kelas 3 yang atapnya roboh ini sebenarnya sudah dikosongkan kurang lebih tiga tahun.
Karena kondisi bagian penyangga atapnya itu sudah patah.
“Dengan kondisi tersebut, kami lakukan penanganan sementara dengan menyangga menggunakan bambu,” jelasnya.
Ia mengaku sudah mengusulkan dana alokasi khusus (DAK). Pada 2024 lalu, sebenarnya sudah masuk di data verifikasi.
“Namun, ternyata sampai 2025 ini belum lolos. Dan pada Agustus lalu dari Dinas Pendidikan sudah melakukan survei, kemungkinan baru 2026 dapat anggarannya. Namun, belum sampai 2026, atap bangunan ini sudah roboh,” ujarnya.
Selama ruang kelas dikosongkan, siswa kelas 3 dipindah ke ruangan yang dulu digunakan untuk musala.
"Jadi saat ini proses pembelajaran kelas 3 digeser ke ruang ibadah. Kelas 2 digeser ke kelas 4, kelas 4 digeser ke ruang inklusi, dan siswa inklusi digeser ke perpustakaan," bebernya.
Pihaknya juga mengosongkan ruang kelas 2 yang menjadi satu bangunan dengan ruang kelas 3.
Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi kejadian serupa terjadi.
"Untuk kelas 1 yang berada di bagian paling pojok di satu bangunan ini masih kita gunakan pembelajaran. Karena, kerusakan penyangga yang paling parah itu di kelas 3 yang sekarang sudah roboh," ujarnya.
Ia juga menyampaikan, untuk bangunan tersebut sudah berdiri sejak 1990, dan hingga saat ini untuk struktur bangunan utama tersebut belum pernah mendapatkan revitalisasi.
“Kalau untuk perbaikan hanya pengecatan dinding maupun keramik saja. Untuk kerangkanya belum ada,” ucapnya.
Dengan kejadian ini, pihaknya berharap dari Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang bisa segera memberikan support bantuan untuk perbaikan.
Sehingga para siswa bisa nyaman dalam menjalani proses belajar. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto