Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Magelang Gelar Job Fair di Setiap Kecamatan

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:59 WIB
Para pencari kerja antusias mengikuti job fair (Job Connect Fest) 2025 di halaman kantor Kecamatan Secang, Rabu (22/10/2025).
Para pencari kerja antusias mengikuti job fair (Job Connect Fest) 2025 di halaman kantor Kecamatan Secang, Rabu (22/10/2025).

RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Sebanyak 1.409 lowongan pekerjaan disiapkan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kabupaten Magelang dalam kegiatan Job Fair (Job Connect Fest) 2025 di halaman kantor Kecamatan Secang, Rabu (22/10/2025).

Sedangkan untuk perusahaannya ada 15 dengan satu puskesmas BLUD, yakni Puskesmas Secang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Magelang Dra. Siti Zumaroh menyampaikan, pihaknya terus berupaya untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Magelang dengan kegiatan job fair seperti ini.

Pada job fair terakhir lalu, ada sekitar 483 orang terserap dan bisa bekerja.

“Pada job fair kali ini, saya berharap sebanyak-banyaknya bisa terserap,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Siti mengatakan, untuk job fair kali ini ada 1.409 lowongan, dan harapannya semua bisa terisi.  

“Ada lowongan calon pegawai Puskesmas BLUD. Puskesmas BLUD adalah unit Puskesmas yang menerapkan sistem pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menambahkan, pihaknya mendorong Disperinnaker Kabupaten Magelang bisa rutin menggelar kegiatan job fair.

“Saya sepakat dengan rencana dari Bu Kepala Dinas terkait rencana kegiatan job fair yang digelar di setiap kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan job fair yang digelar tersebar ke setiap kecamatan bisa membantu agar kecamatan menjadi lokasi informasi dan menjadi jembatan konektivitas antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

“Sehingga pelayanannya bisa lebih dekat ke masyarakat. Dan untuk waktunya, nanti akan kita komunikasikan dulu ke stakeholder lain serta kita sesuaikan dengan kebutuhan industri,” ucapnya.

Eka Putri, 23, warga Bandongan mengaku, dengan ada job fair seperti ini pastinya sangat membantu sekali.

Khususnya untuk calon pencari kerja yang belum mendapatkan pekerjaan.

Job fair ini bisa memberikan tambahan informasi bagi remaja-remaja seperti saya dalam mencari informasi lowongan pekerjaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, dirinya mendapatkan informasi job fair ini dari media sosial.

Menurutnya, untuk lama job fair sendiri sehari sebenarnya sudah cukup.

“Namun, kalau dibuat dua hari juga lebih bagus,” harapnya.

Arzaqi Fatkhurrokhman, 25, warga Secang mengaku adanya job fair seperti ini sangat membantu para lulusan yang belum mendapat pekerjaan.

Dengan kegiatan job fair seperti ini, bisa lebih mendekatkan dengan sejumlah HRD.

Dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah tentang menghapuskan batas usia pelamar kerja sebagai syarat dalam lowongan kerja, menurut Arzaqi, hal ini sangat bagus dan setuju.

Karena itu, sangat mempermudah pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan.

“Jika persyaratannya saja sudah rumit, hal ini akan mempersulit para pencari kerja,” jelasnya.

Ia juga mengaku senang, karena di job fair ini, para pencari kerja juga langsung bisa interview (wawancara).

“Tadi saya memasukkan dua lowongan di bidang promotor atau sales. Dan dari dua loker yang dimasukkan, tadi yang interview baru satu dan yang satunya belum,” ujarnya.

Arzaqi berharap, kegiatan job fair seperti ini, kalau bisa tidak hanya digelar satu hari.

Mungkin bisa diperpanjang dua atau tiga hari.

“Sehingga teman-teman yang belum mengetahui informasi atau mendapatkan informasi tapi mendadak, tetap bisa ikut,’ katanya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Disperinnaker #puskesmas #blud #lowongan pekerjaan #job fair