Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Trekking sambil Menikmati Pemandangan Kawasan Candi Selogriyo Windusari, Suguhkan View Pedesaan yang Alami

Lis Retno Wibowo • Sabtu, 6 September 2025 | 19:10 WIB
Turis dari manca negara dipandu guide melihat-lihat Candi Selogriyo di Dusun Campurejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jumat (5/9/2025).
Turis dari manca negara dipandu guide melihat-lihat Candi Selogriyo di Dusun Campurejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jumat (5/9/2025).

RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Kawasan Candi Selogriyo di Dusun Campurejo Desa Kembangkuning Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang banyak dikunjungi wisatawan.

Baik wisawatan lokal Magelang dan sekitarnya, maupun turis manca. Seperti dari Perancis, Spanyol dan Inggris.

Para wisatawan ini tidak hanya tertarik keunikan candi peninggalan Hindu tersebut. Mereka menikmati pemandangan yang disuguhkan di seputar candi sembali melakukan trekking.

Karena untuk sampai di candi, akses jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Jalan kecil berpaving sepanjang hampir 2 kilometer ini kanan kirinya terhampar pemandangan  khas pedesaan.

Pengunjung yang datang mengendarai mobil, dapat parkir di lokasi yang telah ditentukan. Kemudian melanjutkan ke lokasi candi dengan berjalan kaki.

Banyak wisatawan yang datang sengaja trekking alias jalan kaki mencari keringat sambil menkmati pemandangan alam.

"Wah ternyata mengasyikkan jalan kaki menuju candi sambil menikmati pemandangan khas pegunungan,"ujar Saraswati, warga Secang Kabupaten Magelang yang mengaku baru pertama kali datang ke Candi Selogriyo itu.

Sepanjang jalan wisatawan menyaksikan hamparan sawah, melihat burung kuntul yang terbang rendah.

Suara gemericik sungai berair jernih menambah syahdu suasana. Di kejauhan terlihat puncak Gunung Sumbing yang menyembul di antara Bukit Condng dan Giyanti.

Wisatawan juga bisa melewati jalan setapak di pinggir sawah dan sungai kecil. Jalan setapak ini lebih landai.

Yeni pengunjung dari Jogja memilih jalur ini karena tidak terlalu menanjak dan teduh. Ia mengaku senang berjalan kaki menikmati suasana alami.

Menurut Nur, penjaga loket candi, pada bulan Juni Juli wisatawan mancanegara banyak yang berkunjung.

"Sekarang ini, turis domestik maupun mancanegara banyak yang datang. Khusus yang mancanegara ramai banget pada bulan Juni dan Juli lalu,"imbuhnya.

Usai melihat candi, wisatawan dapat menikmati kopi yang disuguhkan dari satu-satunya kafe di kawasan tersebut.

Kopi khas dusun tersebut memiliki cita rasa yang khas. Pengunjung yang tak kuat berjalan kaki dapat mengendarai sepeda motor dan naik sepeda.

"Bisa juga naik ojek yang disediakan warga,"cetus Nur. (lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Candi Selogriyo #pemandangan indah #Windusari #trekking #Khas Pedesaan #Desa Kembangkuning