Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Maestro di Balik Layar Naga Magelang yang Tampil di Senayan

Magang Radar Magelang • Jumat, 29 Agustus 2025 | 02:57 WIB

Fitria Adi, seorang maestro yang menciptakan karya naga bernama Antaboga yang tampil di panggung Show pagelaran Sabang Merauke di Senayan, Jakarta.
Fitria Adi, seorang maestro yang menciptakan karya naga bernama Antaboga yang tampil di panggung Show pagelaran Sabang Merauke di Senayan, Jakarta.

RADARMAGELANG.ID, MungkidKarya Karang Taruna Dusun Mungkid dan Rambeanak berhasil tampil memukau di pergelaran Sabang Merauke di Senayan berkat tangan terampil sang maestro asal Mungkid.

Seni rupa bagi sebagian besar orang adalah bentuk karya untuk dinikmati. Namun bagi seorang Fitria Adi, 37, dan  Karang Taruna yang berada di Kelurahan Mungkid yaitu PEMUJA dan IKRAR merupakan media untuk berekspresi, berkolaborasi, hingga menjadi sumber penghasilan.

Berawal dari seorang yang sering berkecimpung di dunia seni rupa hingga memiliki usaha dalam bidang dekorasi, Fitria Adi dan kedua karang taruna tersebut berhasil membawa karyanya tampil di panggung Sabang Merauke dan membawa nama baik Magelang.

Baca Juga: Komunitas Seni 4 Pillart Magelang, Pembuat Kostum Karnaval : Dipesan Pegiat Seni dari Texas, Karyanya Detail dan Berwarna-warni

Fitria Adi merupakan lulusan MA dan memiliki keahlian dibidang dekorasi, Fitria Adi memutuskan untuk menaungi 2 organisasi pemuda PEMUJA dan IKRAR.

Dengan kedua wadah tersebut mereka telah berhasil membuat karya-karya terbaiknya, salah satunya adalah naga ANTABOGA yang dibuat pada tahun 2023.

Awalnya ditujukan untuk acara Magelang Etno Carnival, tidak disangka mereka mendapat nominasi terbaik.

“Kali pertama kami mengikuti event MEC dan langsung mendapat penghargaan rasanya hampir tidak percaya, bahkan sebelum penilaian karya kami terdapat sedikit problem,” ungkapnya.

Fitria Adi selain membuat ogoh ogoh juga merupakan seniman kostum karnaval yang sering tampil pada acara besar seperti Magelang Etno Carnival
Fitria Adi selain membuat ogoh ogoh juga merupakan seniman kostum karnaval yang sering tampil pada acara besar seperti Magelang Etno Carnival

Dirinya mengaku jika mulai berkarya sejak tahun 2015, hingga saat ini karyanya sudah melalang buana hingga Batang, Purworejo, Grobogan, Kendal, Purwodadi, Brebes, Wonosobo, Dieng, Semarang dan yang terjauh adalah Senayan Jakarta.

Komunitas yang menjadi wadah bagi Fitria dan rekan rekannya berkarya adalah komunitas PEMUJA (Pemuda Mungkid Jaya) yang di dalamnya terdapat divisi seni rupa bernama San 3 art dan salah satu komunitas seni bernama Hurin_art yang merupakan divisi seni rupa IKRAR (Ikatan Remaja Karanganyar).

Baca Juga: Semarak Gebyar Budaya 2025 Ramaikan Perayaan Kemerdekaan

Ogoh ogoh naga awalnya diciptakan untuk acara tahunan di Kota Magelang yaitu MEC (Magelang Etno Carnival) pada tahun 2023 dan tema yang diusung komunitas ini adalah gothic. Hingga pada tahun 2024 berganti tema dan konsep yaitu warrior atau baju perang.

Proses pembuatan terbilang cukup lama, terlebih saat awal mula membuat ogoh ogoh, Fitria mengatakan jika pembuatan satu ogoh ogoh bisa memakan waktu hingga 8 bulan.

Alasannya karena pada awalnya kurangnya sumber daya manusia yang terampil pada bidang ini dan belum menemukan ritme mekanisme pembuatan ogoh ogoh karena bisa dibilang di wilayah Mungkid belum banyak sumber daya manusia yang terampil di bidang ogoh ogoh.

Namun saat komunitas ini mulai terbiasa dalam pembuatan dan sudah menemukan ritme atau mekanisme pembuatan, dalam project keduanya hanya memakan waktu 3 bulan dan 50 kostum selama 1 bulan saja.

Total dari pembuatan ogoh ogoh sekitar 18 juta dan kostum sekitar 14 juta.

Dana yang digunakan murni dari sukarela warga.

Tidak ada sponsor atau sumbangan lain yang menunjang produksi karya seni ini.

“Kami  murni dari sukarela warga, tidak ada dana dari sponsor maupun dari instansi” Tutur Fitria pada Radar Magelang saat dilakukan wawancara (26/8) lalu.

Komunitas ini juga membuat katalog untuk penyewaan kostum atau ogoh ogoh, yang nantinya uang hasil dari penyewaan akan kembali lagi ke pembuat, dan sisanya masuk kas.

Mereka juga selalu menyisihkan uang untuk fasilitas yang mereka gunakan di desa sebagai bentuk apresiasi.

“Kalau dari hasil penyewaan kami prioritaskan pada individu lebih dulu, individu harus mendapat apresiasi lalu sisanya masuk kas. Gapapa kas sedikit yang penting bisa menghidupi anggota.” Ucap Fitria.

Karya karya dari komunitas ini banyak terekspos di media sosial terutama platform TikTok, hingga pada pencapaian puncaknya pada tahun ini adalah mendapat tawaran oleh Rusmadi yang merupakan seorang sutradara dalam acara Show pagelaran Sabang Merauke di Senayan, Jakarta.

Saat pertama kali dihubungi oleh Rusmadi Fitria tidak langsung percaya.

“Kami tidak langsung percaya ketika dihubungi pihak panitia, karena seperti yang kita tahu orang yang tampil di sana adalah orang orang pilihan saja,” ungkap Fitria Adi.

Fitria Adi beserta kelompoknya datang ke Jakarta selama 7 Hari, pada 4 hari pertama melakukan latihan bersama dengan para talent dan artis, hingga tampil di acara puncak pada tanggal 23 dan 24 Agustus 2025.

Sebelumnya Fitria cukup merasa aneh ketika konten iklan yang dibuat untuk acara tersebut tidak terdapat poster komunitas Ikrar dan Santri, namun ternyata pertunjukan dari komunitas ini sengaja disembunyikan untuk surprise kepada penonton, dan naga bernama Antaboga menjadi tumpangan untuk artis Yura Yunita saat tampil di acara  Show Pagelaran Sabang Merauke.

Fitria merasa sangat senang dan bangga membawa nama besar Kota Magelang dan daerah tercintanya Mungkid.

Setelah berhasil tampil di panggung nasional Fitria tidak langsung berpuas diri. Untuk tahun depan, Fitria berharap dapat menciptakan karya yang lebih baru dan fresh.

“Masih menjadi harapan semoga tahun depan bisa membuat lagi, masih memikirkan konsep untuk 2026 semoga memiliki karya yang lebih fresh dan unik dari sebelumnya.” Pungkasnya. (mg4/mg5/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#kostum #karang taruna #surprise #sabang #Mungkid #yura yunita #show #naga #karnaval #seni #senayan #ogoh ogoh #sutradara #artis #merauke #Kota Magelang