RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Selesai retret di Akmil Magelang, pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) API ASRI Tegalrejo, Magelang, Minggu (10/8/2025) sore.
Rombongan Kadin dipimpin langsung Anindya Bakrie tiba di Ponpes API Tegalrejo sekitar pukul 15.30. Mereka disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori atau akrab disapa Gus Yusuf.
Ketua Kadin Anindya Bakrie menyampaikan, kunjungannya ke Pondok Pesantren API ini untuk bersilaturahmi. “Selain itu, kita juga melihat potensi di Ponpes API ini sangat luar biasa. Apalagi santri-santri di sini juga diajarkan studi vokasional, sehingga hal ini bisa dikembangkan lebih jauh,” jelasnya.
Gus Yusuf berharap kunjungan Kadin Indonesia bisa membantu penyerapan santri-santri di dunia industri maupun usaha di Indonesia. Selain itu, kunjungan tersebut bisa menginspirasi para santri di Ponpes API Tegalrejo agar siap bersaing di era saat ini. “Kita juga berharap para santri bisa berkontribusi untuk pembangunan negara ini,” harapnya.
Ia menambahkan, ke depan pastinya kolaborasi antara Kadin Indonesia dengan ponpes itu pasti ada. “Kita juga terus mendorong semangat transformasi adaptasi pesantren di dunia usaha maupun industri,” katanya.
Sementara itu, sebelumnya ratusan bos-bos Kadin itu mengikuti kegiatan retret di kampus Akmil Magelang. Mereka tiba di Akmil Magelang Sabtu (9/8/2025) dan kegiatan retret ditutup Minggu (10/8/2025).
Sejumlah pemateri hadir seperti Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, serta dari Lemhannas RI.
Menurut Anindya Bakrie, retret ini merupakan, upaya dalam meningkatkan nasionalisme dan patriotisme para anggota Kadin Indonesia. Selain itu, kegiatan retret ini merupakan sarana untuk konsolidasi seluruh anggota Kadin Indonesia.
Ia memaparkan tujuan kegiatan tersebut untuk pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan pemegang usaha industri. "Retret tersebut diselenggarakan untuk membentuk disiplin, nasionalisme, ketekunan, pengetahuan serta wawasan kebangsaan kepada para peserta yang merupakan pimpinan dan pemegang usaha industri swasta yang bergerak di berbagai bidang," ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen antara pemerintah dan pelaku usaha dalam bersinergi membangun ekonomi nasional, khususnya di tengah tantangan global. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto