Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Zeolit Turunkan Bakteri Coliform dalam Air: Solusi Murah dan Efektif dari Tim Penelitian Jurusan Teknik Sipil Universitas Tidar di Nerangan, Kajoran

Ima Chofidatul Imanah • Selasa, 29 Juli 2025 | 19:12 WIB
Tim Penelitian Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Untidar melakukan penelitian  air bersih di Dusun Nerangan, Kajoran, Kabupaten Magelang.
Tim Penelitian Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Untidar melakukan penelitian air bersih di Dusun Nerangan, Kajoran, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Permasalahan air bersih masih menjadi momok di berbagai wilayah pedesaan Indonesia. Salah satunya di Dusun Nerangan, Desa Kajoran, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

Warga mengandalkan mata air alami untuk kebutuhan sehari-hari, namun air tersebut kerap tercemar bakteri Coliform yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti diare dan muntah pada anak-anak.

Menanggapi masalah ini, Tim Penelitian Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tidar (Untidar) melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Penurunan Bakteri Coliform dalam Meningkatkan Kualitas Air Bersih Menggunakan Media Filtrasi Zeolite.”

Tim beranggotakan mahasiswa Daniswara Nirbita Kusumastuti dan 2 dosen pembimbing yaitu Ir. Muhammad Amin, S.T., M.T., IPM. dan  Ir. Herlita Prawenti, S.T., M.T.

Penelitian ini menggunakan metode filtrasi sederhana dengan media zeolit yang murah, ramah lingkungan, dan mudah diperoleh. Kombinasi filtrasi paling efektif dalam penelitian ini terdiri atas lapisan media zeolit setebal 24 cm, pasir silika 5 cm, dan kerikil 10 cm.

Air mengalir melalui media tersebut dengan waktu kontak selama 24 menit dan debit aliran sebesar 1,16 liter per detik. Kombinasi ini berhasil menurunkan bakteri Coliform hingga 98,5 persen.

Penelitian ini menunjukkan hasil mencengangkan: kadar bakteri Coliform berhasil diturunkan hingga 98,5%, dari 200 MPN/100 ml menjadi hanya 3 MPN/100 ml. Angka ini menunjukkan bahwa zeolit mampu secara signifikan memperbaiki kualitas air menjadi lebih layak untuk digunakan.

Penelitian  menggunakan metode filtrasi sederhana dengan media zeolit yang murah, ramah lingkungan, dan mudah diperoleh.
Penelitian menggunakan metode filtrasi sederhana dengan media zeolit yang murah, ramah lingkungan, dan mudah diperoleh.

“Zeolit bekerja dengan menyerap dan menyaring mikroorganisme melalui struktur pori-porinya yang unik. Semakin tebal media dan semakin lama waktu kontak air dengan media, maka hasilnya makin efektif,” jelas Daniswara.

Kombinasi paling optimal dalam penelitian ini adalah ketebalan media 24 cm, waktu kontak 24 menit, dan debit 1,16 liter per detik.

Ir. Muhammad Amin, S.T., M.T., IPM., menyatakan pendekatan ini sangat cocok diterapkan di daerah dengan keterbatasan akses infrastruktur. “Ini adalah solusi teknik sipil yang aplikatif dan berbasis potensi lokal. Sangat ideal untuk diterapkan di daerah rawan sanitasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ir. Herlita Prawenti, S.T., M.T., menambahkan penggunaan media alami seperti zeolit memiliki keunggulan dalam efisiensi sekaligus keberlanjutan.

“Penelitian ini memberi gambaran nyata bahwa inovasi teknik lingkungan tidak harus mahal atau rumit. Yang penting, hasilnya terukur, berdampak, dan bisa diterapkan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Penelitian ini bukan hanya memberi jawaban ilmiah, tetapi juga membuka peluang besar untuk diterapkan langsung di masyarakat, terutama di wilayah yang kesulitan mengakses instalasi pengolahan air modern.

Dengan alat yang sederhana dan biaya terjangkau, masyarakat bisa mendapatkan air yang lebih sehat.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan sistem pengolahan air skala rumah tangga.

Selain itu, mendorong pemerintah desa maupun Dinas Kesehatan untuk mengadopsi teknologi serupa sebagai bagian dari solusi pengentasan masalah air bersih di daerah rawan. (web/ima/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Kajoran #Fakultas Teknik #universitas tidar #air bersih #permasalahan air bersih #Jurusan Teknik Sipil #Kabupaten Magelang #media zeolit #ramah lingkungan